April 17, 2026

ITRANSNEWS.COM

iTransNews.com

Polda Sumsel Turunkan Mobile Command Center di Jalintim Betung, Kendalikan Arus Mudik Secara Real-Time

BANYUASIN — Polda Sumatera Selatan menurunkan Mobile Command Center (MCC) ke titik kemacetan strategis di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Betung sebagai bagian dari pengamanan arus mudik dalam Operasi Ketupat Musi 2026.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan dan pengendalian lalu lintas berbasis teknologi secara real-time di salah satu jalur vital Sumatera.

Karo Ops Polda Sumsel sekaligus Karendal Opsda, Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso, memimpin langsung pengecekan di Simpang Tugu Polwan Betung dan kawasan Pasar Betung, Km 68 Jalintim Palembang–Jambi.

“Mobile Command Center ini menjadi pusat kendali lapangan yang mengintegrasikan CCTV, drone pemantau udara, serta command center digital,” ujar Anis di lokasi, Jumat.

Dengan sistem tersebut, Polda Sumsel tidak hanya memantau, tetapi juga mengendalikan kondisi lalu lintas secara langsung di titik-titik rawan kemacetan.

Berbeda dari pola konvensional, strategi ini mengedepankan kendali aktif berbasis data lapangan. Melalui MCC, pimpinan dapat mengambil keputusan secara cepat, mengarahkan personel secara langsung, serta mempercepat penguraian kemacetan tanpa proses koordinasi yang panjang.

Dalam pelaksanaannya, Polda Sumsel melibatkan berbagai satuan secara terintegrasi, antara lain Polres Banyuasin, Direktorat Lalu Lintas, serta Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino turut turun langsung ke lapangan untuk memastikan strategi berjalan efektif.

Penggunaan drone memberikan gambaran kondisi lalu lintas dari udara, sementara CCTV menghadirkan visual real-time untuk mengidentifikasi titik kepadatan dan memantau pergerakan kendaraan secara menyeluruh.

Berdasarkan hasil pemantauan, arus kendaraan di Jalintim Betung terpantau padat merayap, dengan titik krusial berada di Simpang Tugu Polwan dan Pasar Betung. Meski demikian, kondisi lalu lintas masih terkendali dan tidak mengalami stagnasi total.

Anis menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.

“Kami hadir langsung di titik kemacetan, bukan sekadar memantau. Semua keputusan diambil berdasarkan data real-time. Kecepatan respons menjadi kunci,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari transformasi pelayanan Polri.

“Mobile Command Center kami turunkan langsung ke titik kritis agar masyarakat merasakan kehadiran Polri secara cepat dan nyata,” ujarnya.

Polda Sumsel juga mengimbau para pemudik untuk mematuhi arahan petugas di lapangan, memanfaatkan jalur alternatif seperti tol fungsional, serta tidak melawan arus demi mencegah kemacetan yang lebih parah.

Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan layanan Call Center 110 yang aktif selama 24 jam.

Penerapan Mobile Command Center di Betung menjadi salah satu model pengelolaan arus mudik berbasis teknologi yang dinilai lebih responsif, presisi, dan adaptif terhadap dinamika di lapangan.(Don)