April 17, 2026

ITRANSNEWS.COM

iTransNews.com

237 Ribu Pemudik Terlayani, Polda Sumsel Gelar 3.199 Kegiatan Pengamanan dalam Operasi Ketupat Musi 2026

PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan mencatat lebih dari 237 ribu pergerakan pemudik terlayani dengan aman pada Rabu (18/3/2026) dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026. Ribuan kegiatan pengamanan digelar guna memastikan kelancaran arus mudik Lebaran 1447 Hijriah.

Di bawah kendali Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, jajaran kepolisian melaksanakan sebanyak 3.199 kegiatan pengamanan dalam satu hari. Operasi ini merupakan bagian dari pengamanan terpusat Polri dalam menghadapi arus mudik nasional.

Data menunjukkan mobilitas masyarakat yang tinggi di berbagai simpul transportasi. Sebanyak 4.172 penumpang dilayani di terminal, 6.381 penumpang di stasiun kereta api, 215.273 penumpang di jalur penyeberangan, serta 12.105 penumpang di bandara. Secara keseluruhan, lebih dari 237 ribu orang melakukan perjalanan dengan aman dalam satu hari.

Sementara itu, arus kendaraan di sejumlah ruas tol utama juga mengalami peningkatan. Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung (Terpeka) mencatat volume tertinggi dengan lebih dari 25 ribu kendaraan melintas, disusul Tol Palembang–Indralaya, Indralaya–Prabumulih, Kapal Betung, dan Betajam. Data ini menjadi dasar penerapan rekayasa lalu lintas secara dinamis oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel.

Dalam pelaksanaan operasi, Polda Sumsel mengerahkan tujuh satuan tugas (Satgas) yang bekerja secara simultan dengan sistem Early Warning System (EWS). Sepanjang hari, seluruh Satgas mencatat total 3.199 kegiatan, mencerminkan intensitas pengamanan yang tinggi dan terukur.

Di bidang penegakan hukum, Ditlantas Polda Sumsel melakukan penindakan berbasis teknologi melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan tilang manual terhadap 43 pelanggaran. Selain itu, 256 pengendara diberikan teguran edukatif guna meningkatkan kesadaran berlalu lintas.

Polda Sumsel juga mencatat 47 kasus tindak pidana konvensional dan 5 kasus transnasional. Sementara di sektor lalu lintas, terjadi 11 kecelakaan dengan satu korban meninggal dunia. Menyikapi hal tersebut, patroli dan edukasi keselamatan terus ditingkatkan.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho menegaskan pentingnya konsistensi kinerja seluruh personel menjelang puncak arus mudik.

“Kami pastikan seluruh personel hadir memberikan pelayanan terbaik. Pengamanan harus maksimal, terutama dalam mencegah kecelakaan dan menjaga kelancaran arus kendaraan,” tegasnya.

Polda Sumsel juga memperkuat sinergi lintas sektor bersama TNI, Dinas Perhubungan, BPBD, Dinas Kesehatan, dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas arus mudik di wilayah Sumatera Selatan.

Masyarakat diimbau untuk mematuhi aturan lalu lintas, tidak berkendara dalam kondisi lelah, memanfaatkan rest area dan pos pelayanan, serta menghubungi Call Center 110 dalam keadaan darurat.

Dengan strategi terpadu dan dukungan berbagai pihak, Polda Sumsel memastikan Operasi Ketupat Musi 2026 berjalan optimal hingga arus balik Lebaran selesai.(Don)