April 20, 2026

ITRANSNEWS.COM

iTransNews.com

BNPB Targetkan Pembersihan Puing Musala Al Khoziny Rampung Hari Ini

Sidoarjo – Penanganan insiden runtuhnya musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, memasuki tahap akhir pembersihan puing bangunan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan seluruh pekerjaan pembersihan selesai pada Senin (6/10/2025), sehingga operasi pencarian dan pertolongan (SAR) dapat segera dituntaskan.

 

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan memimpin langsung proses pembersihan di lokasi. Sejumlah alat berat dikerahkan, termasuk breaker excavator untuk menghancurkan puing berukuran besar dan bucket excavator untuk memindahkan material ke dump truk.

 

“Hari ini kita harapkan akan selesai pembersihan dan evakuasi,” ujar Budi di sela kegiatan.

 

Berdasarkan hasil kaji cepat di lapangan, diperkirakan masih terdapat jenazah yang tertimbun reruntuhan. Jumlah pasti belum diketahui, namun BNPB memperkirakan sekitar 10 orang masih dalam proses pencarian, sesuai dengan data orang hilang yang dirilis pihak pondok pesantren.

 

“Diperkirakan tinggal 10 orang lagi yang sampai saat ini masih dalam proses pencarian,” ungkap Budi.

 

Korban Meninggal Dunia Capai 53 Orang

 

Hingga pukul 14.45 WIB, total korban meninggal dunia akibat ambruknya bangunan empat lantai tersebut mencapai 53 orang. Selain itu, tercatat enam orang masih menjalani perawatan medis, sedangkan 97 orang lainnya telah selesai menjalani perawatan, termasuk satu orang yang tidak memerlukan perawatan lebih lanjut.

 

Tim SAR gabungan juga menemukan lima potongan bagian tubuh yang saat ini masih dalam proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) di Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya.

 

Peristiwa tragis ini menjadi bencana dengan jumlah korban jiwa terbanyak sepanjang Januari hingga Oktober 2025. BNPB menilai kejadian tersebut harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak dalam hal perencanaan pembangunan, pengawasan konstruksi, serta kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana.

 

“Di sepanjang tahun 2025, ini menjadi bencana dengan korban yang paling besar menurut data BNPB,” pungkas Budi.(Don)