December 9, 2025

ITRANSNEWS.COM

iTransNews.com

BNPB dan Menko PMK Tinjau Penanganan Darurat Banjir–Longsor di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan

SILANGIT – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno bertolak menuju Kabupaten Tapanuli Tengah, Minggu (30/11), untuk memastikan penanganan darurat banjir dan longsor berjalan optimal.

Setibanya di Tapanuli Tengah, rombongan langsung menuju GOR Pandan, Kecamatan Pandan, untuk melakukan koordinasi percepatan penanganan bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah. Pertemuan tersebut juga dihadiri Sekda Tapanuli Tengah dan Wali Kota Sibolga.

Listrik Padam Hambat Komunikasi

Pemerintah daerah melaporkan bahwa padamnya jaringan listrik menjadi kendala utama dalam respons darurat. Putusnya aliran listrik menyebabkan masyarakat kesulitan berkomunikasi dengan keluarga mereka. Perbaikan jaringan terhambat karena sejumlah titik kerusakan berada di wilayah terpencil yang hanya dapat diakses melalui udara.

Menanggapi hal itu, Suharyanto segera berkoordinasi melalui telepon dengan Direktur Utama PLN.

“Kami ada heli di Bandara Pinangsori dan Bandara Silangit. Silakan sampaikan kepada timnya, BNPB akan siapkan helinya untuk kegiatan perbaikan listrik,” ujar Suharyanto dalam komunikasi tersebut.

Ia menegaskan pentingnya percepatan pemulihan listrik untuk memastikan layanan dasar tetap berjalan.

“Perbaikan jaringan listrik harus segera karena ketiadaan listrik sangat berpengaruh pada suplai air bersih, internet, hingga distribusi BBM,” tegasnya.

Tinjau Wilayah Terdampak di Tapanuli Selatan

Usai koordinasi di Tapanuli Tengah, Kepala BNPB dan Menko PMK melanjutkan peninjauan ke wilayah terdampak di Tapanuli Selatan. Di Desa Hotagodang, Batangtoru, keduanya melihat langsung kerusakan rumah dan kendaraan akibat banjir bandang yang membawa lumpur dan batang kayu besar.

Di posko lapangan, Suharyanto meminta agar wilayah tersebut menjadi prioritas pembersihan.

“Segera turunkan alat berat khusus untuk membersihkan kayu-kayu besar yang terbawa arus,” ujarnya kepada tim darurat.

Data Korban dan Kondisi Akses

Berdasarkan data BNPB hingga Minggu (30/11) pukul 17.00 WIB, Tapanuli Tengah mencatat 73 orang meninggal dunia, 104 orang hilang, dan 508 orang luka-luka. Akses menuju wilayah tersebut kini dapat dijangkau melalui udara dari Tapanuli Utara, namun jalur darat Tarutung–Sibolga masih belum dapat dilewati akibat material longsor.

Sementara itu, di Tapanuli Selatan tercatat 52 orang meninggal, 48 orang hilang, dan 58 orang membutuhkan perawatan. Situasi dinilai lebih kondusif karena jalan darat dapat dilalui dan layanan listrik, internet, serta air bersih masih berfungsi.

Dukungan Logistik dan Operasional

BNPB terus mempercepat operasi pencarian dan pertolongan (SAR), pemenuhan kebutuhan dasar, serta pemulihan akses transportasi dan komunikasi.

Pada Minggu (30/11), BNPB kembali mengirim bantuan logistik ke wilayah terdampak. Untuk Tapanuli Tengah, sembilan unit genset dan perangkat komunikasi Starlink diterbangkan dari Bandara Silangit menuju Pinangsori. Bantuan makanan juga dijatuhkan melalui operasi udara.

Untuk Tapanuli Selatan, BNPB menyiapkan pengiriman 100 chainsaw sesuai permintaan Bupati Tapanuli Selatan, guna mendukung pembersihan material kayu setelah banjir.(Don)