Brebes – Lahan tanaman bawang di dua kecamatan di Kabupaten Brebes terendam banjir. Petani terpaksa memanen sebelum waktunya agar cepat terjual meski harga murah.
Hujan deras sejak Selasa sore kemarin hingga malam menyebabkan lahan tanaman bawang terendam banjir. Lahan tanaman bawang yang terdampak ada dua kecamatan, Wanasari dan Larangan.
Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Dian Alex Chandra merinci, lahan bawang di Kecamatan Wanasari yang terdampak ada di Desa Siasem, Dukuhwringin, Sidamulya, Sisalam, Jagalempeni dan Glonggong. Untuk luasan terdampak di Wanasari mencapai sekitar 100 hektar.
“Paling banyak di Kecamatan Wanasari, tersebar di banyak desa. Untuk luasannya mencapai 100 hektar,” ungkap Alex, Rabu (12/11) pagi.
Selain Wanasari, lanjut Ketu ABMI, lahan yang terendam ada di Kecamatan Larangan. Di kecamatan ini, lahan terendam ada di Desa Rengaspendawa dan beberapa desa lain dengan luasan sekitar 60 hektar.
“Kecamatan Larangan juga terkena dampak. Luasanya sekitar 60 hektar,” imbuhnya.
Dijelaskan lebih lanjut, tanaman yang terendam rata rata hampir masuk masa panen. Umur tanaman mulai dari 45 sampai 50 hari.
Untuk menghindari kerugian lebih besar karena busuk, petani terpaksa memanen lebih awal dan dijual dengan harga murah. Alasanya, bawang terendam banjir akan cepat membusuk dalam beberapa hari setelah dicabut sehingga harus segera dijual.
Akibat kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai milyaran rupah.
“Kerugian total mencapai milyaran rupiah. Meski bisa dijual tetap rugi, karena harga jatuh. Solusinya segera dibedol (dicabut atau dipanen) hari ini juga, terus jual cepat. Kalau certa rugi pasti tapi mendingan, tidak hilang semua,” tandasnya.
Terpisah, petani bawang asal Desa Sidamulya, Satori (40) mengaku, lahannya ikut terdampak banjir. Padahal menurut rencana, akan dipanen pada lima hari ke depan. Karena musibah ini, Satori harus mempekerjakan kuli untuk memanen lebih awal.
“Tadinya akan panen lima hari lagi tapi malah kena banjir. Kalau tidak dipanen sekarang, besok pasti busuk, malah tidak laku dijual,” ucapnya.
Dia mengaku rugi akibat banjir ini, karena bawang dipastikan harganya murah. Menurut dia, harga bawang pasaran saat ini ada di Rp.25.000 per kilo, sementara bila terkena banjir hanya ditawar Ro 15.000 per kg.
“Dari pada tidak dapat uang mending jual murah. Kalau nunggu besok pasti buruk, tidak laku,” pungkasnya.(iso)
Berita Lainnya
Polda Jatim Selamatkan PMI Asal Malang Korban TPPO
Polri Ungkap 330 Tersangka Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi dalam 13 Hari
Polda Jatim Tindak Tegas Produsen MinyaKita Nakal, Isi Tak Sesuai Kemasan