April 20, 2026

ITRANSNEWS.COM

iTransNews.com

BNPB Laporkan Sejumlah Bencana Angin Puting Beliung dan Kebakaran Lahan di Sejumlah Daerah

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia selama periode 10–11 Oktober 2025 (pukul 07.00 WIB). Dalam kurun waktu tersebut, tercatat beberapa peristiwa angin puting beliung dan kebakaran lahan di sejumlah provinsi.

 

Salah satu kejadian terjadi di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, pada Kamis malam (9/10). Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan sejumlah rumah warga rusak. Warga sempat panik ketika angin berputar cepat dengan suara gemuruh menghantam permukiman.

 

Bencana ini melanda dua kecamatan dan empat desa, yakni Kecamatan Tanjung Beringin (Desa Tebing Tinggi, Sukajadi, dan Mangga Dua) serta Kecamatan Teluk Mengkudu (Desa Pematang Guntung).

Menurut data sementara BPBD Serdang Bedagai, sebanyak 81 jiwa terdampak, 27 rumah rusak, dan satu fasilitas kesehatan ikut terdampak.

 

BPBD bersama instansi terkait segera melakukan pendataan dan pembersihan puing. Kondisi berangsur pulih, dan warga mulai memperbaiki rumah dibantu pemerintah daerah serta relawan setempat.

 

Peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, pada Selasa (7/10). Hujan deras dan angin kencang merusak atap sejumlah rumah di Desa Libano, Kecamatan Morotai Jaya.

BPBD setempat mencatat 17 kepala keluarga terdampak dengan 17 rumah rusak. Tidak ada korban jiwa maupun luka. Penanganan dilakukan bersama unsur TNI, Polri, dan masyarakat desa. Perbaikan rumah warga masih berlangsung.

 

Bencana angin puting beliung lainnya dilaporkan di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, pada Kamis malam (9/10). Hujan lebat disertai angin kencang merusak rumah dan fasilitas umum di dua kecamatan dan delapan desa, antara lain Kecamatan Tanjung Tiram (Desa Suka Jaya, Bagian Dalam, Bandar Rahmat, Bogak, Suka Maju, Bagan Arya, dan Pahlawan) serta Kecamatan Nibung Hangus (Desa Bandar Sono).

 

Sebanyak 13 kepala keluarga terdampak, terdiri dari 2 rumah rusak sedang, 11 rumah rusak ringan, dan 1 fasilitas ibadah rusak ringan.

BPBD Batu Bara berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan logistik. Pemerintah daerah menargetkan proses pemulihan selesai dalam waktu dekat.

 

Sementara itu, kebakaran lahan terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Jumat (10/10) sekitar pukul 17.25 WIB. Api membakar lahan tebu seluas sekitar 2,5 hektare di Desa Ngawen, Kecamatan Ngawen. Kebakaran diduga dipicu pembakaran oleh orang tak dikenal, diperparah kondisi lahan kering dan angin kencang.

 

Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Klaten bersama Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, dan relawan segera memadamkan api dengan alat semprot dan metode pengepyokan karena akses sulit dijangkau armada damkar. Api berhasil dipadamkan pada pukul 22.00 WIB.

 

BPBD Klaten masih melakukan pendinginan dan pemantauan guna mencegah munculnya titik api baru. Warga diimbau tetap waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah sembarangan.

 

BNPB mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi, seperti angin kencang, puting beliung, dan hujan intensitas tinggi, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Apabila terjadi bencana, masyarakat diminta segera menghubungi BPBD setempat atau layanan darurat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.(Don)