April 20, 2026

ITRANSNEWS.COM

iTransNews.com

Hari Keenam Pascakejadian, Tim SAR Temukan 11 Jenazah di Reruntuhan Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

SIDOARJO – Tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) gabungan kembali menemukan jenazah korban yang tertimbun reruntuhan gedung musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada hari keenam pascakejadian, Sabtu (4/10/2025). Hingga pukul 23.37 WIB, sebanyak 11 jenazah berhasil ditemukan, bersama satu potongan tubuh manusia.

Kepala Operasi SAR, melalui keterangan tertulis, menjelaskan seluruh temuan berada di sektor A4 area reruntuhan. Korban pertama dievakuasi pada pukul 14.35 WIB, disusul korban kedua pukul 16.15 WIB. Potongan tubuh berupa kaki kanan ditemukan pada pukul 17.33 WIB di lokasi yang sama.

Pencarian berlanjut hingga malam hari. Korban ketiga ditemukan pukul 21.17 WIB, korban keempat dan kelima pukul 22.01 WIB, korban keenam pukul 22.49 WIB, korban ketujuh 23.02 WIB, korban kedelapan 23.04 WIB, korban kesembilan 23.06 WIB, korban kesepuluh 23.27 WIB, dan korban kesebelas 23.30 WIB.

Seluruh jenazah dan potongan tubuh tersebut langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI). Proses identifikasi dilakukan guna memastikan keabsahan identitas korban, menjaga martabat jenazah, serta memberikan kepastian bagi keluarga korban.

> “Penetapan identitas korban dilakukan sesuai standar DVI agar tidak terjadi kesalahan administrasi maupun hukum, termasuk dalam proses penyerahan jenazah dan pemberian hak-hak keluarga,” ujar pejabat DVI dalam keterangan resmi.

Dengan temuan terbaru ini, total korban meninggal dunia mencapai 25 orang. Namun, potongan tubuh yang ditemukan belum dimasukkan dalam daftar korban meninggal karena masih menunggu hasil identifikasi resmi dari tim DVI.

Sementara itu, hingga Sabtu (4/10) malam, total korban yang berhasil dievakuasi tercatat 129 orang. Dari jumlah tersebut, 104 orang selamat, dengan 95 di antaranya telah diperbolehkan pulang, sementara 8 orang masih dirawat di beberapa rumah sakit, seperti RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, RS Delta Surya, RS Unair, RSU Dr. Soetomo, dan RS Bhayangkara Surabaya. Sekitar 38 orang masih dinyatakan hilang berdasarkan daftar absensi santri yang dirilis pihak ponpes.

Operasi SAR gabungan terus dilanjutkan hingga dini hari dengan fokus pembersihan puing di sisi utara bangunan yang telah terlepas dari struktur utama, guna mempercepat proses pencarian korban lainnya.

BNPB Dirikan Tenda untuk Keluarga Korban

Selain melakukan pencarian korban, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga menyiapkan tenda darurat di RS Bhayangkara Surabaya bagi keluarga korban.

Langkah ini dilakukan untuk memfasilitasi kebutuhan dasar, tempat istirahat, dan pendampingan psikologis keluarga yang menunggu proses identifikasi jenazah.

> “Tenda tersebut disiapkan agar keluarga korban dapat menunggu dengan aman dan nyaman di lokasi yang dekat dengan pusat identifikasi,” ujar perwakilan BNPB.

Hingga Minggu (5/10) dini hari, proses pencarian dan identifikasi korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan unsur SAR, TNI, Polri, BNPB, BPBD, relawan, dan masyarakat setempat.(Don)