Mei 26, 2026

ITRANSNEWS.COM

iTransNews.com

Beras Oplosan, Satgas Pangan Polrestro Depok, Sidak Sejumlah Pedagang Beras

Depok – Tim Satgas Pangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah agen atau gudang beras di Kota Depok, Jawa Barat pada Kamis, 14 Agustus 2025.

 

Sidak kali ini melibatkan penyidik Kriminal Khusus (Krimsus) Polres Metro Depok bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan atau Disdagin.

 

Salah satu agen beras yang didatangi Satgas Pangan Depok adalah CV Astu di kawasan Sukmajaya.

 

Penyidik Satgas Pangan Polres Metro Depok, AKP Djoko Siswaningrum mengungkapkan, bahwa sidak agen dan toko beras ini digelar untuk menindaklanjuti perintah Kapolri.

 

“Kami diperintahkan untuk melakukan pengecekan stok barang pada distributor di wilayah Depok, terkait dengan adanya dugaan penimbunan barang,” jelasnya.

 

Djoko mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan di gudang CV Astu, salah satu distributor beras terbesar yang ada di Kota Depok ini diketahui, bahwa stok yang ada sebanyak 350 ton, dan itu terdiri dari berbagai jenis merek.

 

“Jadi untuk beras yang di gudang ini pendistributiannya itu ada di beberapa tempat, di antaranya di Pasar Agung, Pasar Cisalak, Pasar Musi, terus warung-warung sekitar wilayah Depok,” tuturnya.

 

Menurut Djoko, tidak ada temuan mencurigakan di gudang CV Astu, Depok.

 

“Jadi untuk sementara ini hasilnya benar, di sini ada stok atau gudang beras. Artinya memang ada barangnya, tapi nanti kita cek langsung ke pasar-pasar tempat untuk pendistribusian beras,” katanya.

 

“Jadi di sana kita akan melihat, apakah kebenaran dari beras yang ada di gudang sini disalurkan ke pasar tradisional atau pasar ritel.Untuk datanya tadi sudah ada, nanti kita selesai dari sini kita akan langsung menuju ke toko-tokonya,” sambung Djoko.

 

Lebih lanjut Djoko juga mengatakan, sampai saat ini tim Satgas Pangan Depok berlum menemukan adanya penyimpangan terkait harga eceran tertinggi atau HET.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan pada Disdagin Kota Depok, Sony Hendro memastikan, bahwa beras medium dan premium yang dijual CA Astu harganya ada di bawah HET.

 

“Kisarannya Rp 300-500 rupiah di bawah HET. Tadi udah kita cek. Karena memang sudah di bawah HET, tinggal kita cek nanti di lapangan apakah benar beras-beras ini didistribusikan kepada toko-toko yang ada di wilayah Kota Depok,” terangnya.

 

Dengan demikian, Sony menilai stok beras di Kota Depok sejauh ini dipastikan aman terkendali.

 

“Stok aman, sangat aman, stoknya sangat aman,” ujarnya.

 

Beras Oplosan Bikin Tekor Pedagang

 

Terpisah, pemilik agen CV Astu, Irawan mengatakan, diperkirakan stok beras aman sampai sebulan ke-depan.

 

“Cuman kalau saya kan stok tidak bisa membaca seluruh Indonesia ya, stok padi karena saya tidak menggiling beras ya. Jadi saya tidak tahu stok dimana petani, itu stoknya gimana, itu kayaknya saya kurang ngerti itu,” ujarnya.

 

Di sisi lain, Irawan justru mengkhawatirkan soal maraknya kasus beras oplosan belakangan ini. Menurutnya itu berdampak buruk pada penjualan.

 

“Jadi terdampak omset pedagang-pedagang itu sangat-sangat turun. (turunnya) sampai 50 persen. Itu sejak berita-berita beras oplosan,” keluhnya.

 

Untuk menekan kerugian, Irawan pun terpaksa putar otak, termasuk merevisi harga jual.

 

“Kan biasa saya ambil untung sekarung Rp10 ribu sampai Rp15 ribu, paling ditipisin jadi Rp10 ribu- Rp5ribu. Memang sangat berdampak sekali buat pedagang,” tuturnya. (Tem)