April 24, 2026

ITRANSNEWS.COM

iTransNews.com

Sumsel Siaga Karhutla, Tiga Helikopter Water Bombing Disiagakan Jelang Puncak Kemarau

Palembang – Pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel). Menteri LHK Hanif Faisol Nurofiq memimpin langsung Apel Siaga Pengendalian Karhutla di Palembang, Selasa (29/7/2025), menjelang puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus mendatang.

Dalam sambutannya, Hanif mengingatkan pentingnya upaya pencegahan karhutla, terutama karena Sumsel memiliki 2,1 juta hektare lahan gambut atau sekitar 23 persen dari total luas wilayah 8,7 juta hektare.

“Lahan gambut bila terbakar sangat sulit dipadamkan. Oleh karena itu, pencegahan lebih efektif dibanding penanggulangan,” ujar Hanif.

KLHK juga menyiagakan tiga helikopter untuk operasi water bombing di Sumsel, guna memperkuat upaya pemadaman dari udara, terutama di area sulit dijangkau darat.

Selain itu, pemerintah terus mendorong inovasi dalam pengendalian karhutla, termasuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan. Berdasarkan data BPBD Sumsel, hingga 26 Juli 2025 telah terjadi 98 kejadian karhutla dengan total lahan terdampak lebih dari 43 hektare.

“Kebakaran tidak mungkin terjadi tanpa ada yang membakar. Kami minta aparat TNI dan Polri menindak tegas pelaku pembakaran lahan,” tegas Hanif.

BNPB: Sumsel Terus Diperkuat OMC dan Armada Udara

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, dukungan operasi udara melalui helikopter dan OMC terus dilakukan untuk menekan jumlah titik api.

“Semoga hujan turun sore ini dan bisa membantu pemadaman titik-titik api,” harap Suharyanto.

Target Sumsel: Zero Asap di 2025

Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan bahwa target utama tahun ini adalah mewujudkan kondisi tanpa asap (zero asap) demi menjaga kesehatan masyarakat.

“Bukan soal terganggunya aktivitas atau penerbangan, yang utama adalah perlindungan terhadap kesehatan masyarakat. Kita juga punya layar ISPU di tengah kota untuk memantau kualitas udara secara real time,” ungkapnya.

Sektor Swasta Turut Ambil Bagian

Apel siaga ini juga melibatkan sektor swasta, termasuk Asia Pulp & Paper (APP) Group melalui PT OKI Pulp & Paper Mills serta tiga mitra pemasoknya: PT Bumi Mekar Hijau (BMH), PT Sebangun Bumi Andalas (SBA), dan PT Bumi Andalas Permai (BAP).

Direktur APP Group, Suhendra Wiriadinata, menegaskan komitmen pihaknya dalam memperkuat sinergi lintas sektor melalui strategi Integrated Fire Management yang mencakup pencegahan, deteksi dini, dan respons cepat.

“Status siaga ini adalah panggilan untuk bertindak cepat dan terkoordinasi. Kami siap mendukung penuh Pemprov Sumsel,” katanya.

APP Group menyiagakan lebih dari 570 personel Regu Pemadam Kebakaran (RPK), 27 personel Tim Reaksi Cepat (TRC), 4 helikopter untuk patroli dan water bombing, serta 2 kendaraan amfibi airboat. Mereka juga mengoperasikan 77 kendaraan air dan 68 kendaraan darat, termasuk mobil, motor, dan truk.

Pemantauan Real Time dan Teknologi Canggih

GM Fire Management APP Group, Sujica Lusaka, menyebut tahun ini pihaknya memperkuat distribusi air, konektivitas listrik, serta sistem komando terpadu.

“Kami mengintegrasikan patroli udara, pemantauan darat, dan data satelit dalam Situation Room aktif 24 jam,” jelasnya.

Sebagai bagian dari sistem deteksi dini, APP Group telah membangun 65 menara api, 68 pos pantau, serta mengoperasikan 13 drone untuk wilayah blank spot. Selain itu, 18 situation room yang terhubung dengan distrik dan pusat diaktifkan secara non-stop untuk mengawal titik api sebelum meluas.(Don)