Brebes – Sebuah sekolah dasar negeri di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Brebes masih kekurangan ruang kelas dan kondisinya rusak. Siswa pun harus belajar di teras masjid dengan cara lesehan.
Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kabarangbale 01, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, sangat memprihatinkan. Para siswa di sekolah ini pun harus numpang di teras dan lesehan selama hampir 7 tahun.
Mereka yang belajar secara lesehan di teras masjid adalah murid kelas 2 SDN Karangbale 01. Ada 29 siswa kelas dua yang selama ini belajar di teras.
Kepala Sekolah SDN Karangbale 01 Heri Purnomo ditemui sejumlah wartawan mengatakan, siswa kelas dua terpaksa belajar di teras karena tidak memiliki ruang kelas. Ruang kelas yang ada, saat ini kondisinya rusak parah, sehingga beresiko membahayakan para siswa.
Karena alasan kondisi tidak aman, pihak sekolah terpaksa menempatkan siswa di teras.
“Sudah sejak saya di sini, para siswa ada yang belajar di luar kelas. Terutama, di teras masjid. Ini karena ruang kelasnya rusak parah dan bisa membahayakan siswa,” ucap kasek, Senin (27/7/2025).
Selain ruang kelas, lanjut dia, di sekolahnya juga tidak mempunyai toilet. Bangunan toilet yang ada rusak parah dan sudah tidak bisa dipergunakan. Para siswa terpaksa memanfaatkan toilet yang ada di masjid.
‘Terus, kondisi toilet juga sudah rusak dan tidak bisa dipakai. Kalau ada yang mau pipis atau lainnya numpang dulu di masjid,” terus Kasek.
Dia menambahkan, para siswa sangat mengharapkan ada perbaikan dan penambahan ruang kelas. Sehingga tidak perlu lagi belajar dengan menumpang di teras masjid.
Dikonfirnasi terpisah, Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora), Aditya Perdana menegaskan, pihaknya sudah lama mendengar keluhan siswa SDN Karangbale 01.Pemkab Brebes, lanjut dia mengalokasikan anggaran sebesar Rp 400 juta untuk pebaikan sekolah ini di tahun 2025.
Bahkan, saat ini prosesnya tengah memasuki tahap survey, dan ditargetkan pekerjaan fisik akan dimulai bulan September mendatang. Anggaran Rp 400 juta bagi SDN Karangbale 01 itu digunakan untuk memperbaiki kerusakan kelas dan membangun ruang kelas baru.
“SDN Karangbale 01 ini, sebenarnya sudah lama masuk dalam pemetaan kami, dan menjadi prioritas penanganan. Bahkan, sebelum ramai kami sudah mengalokasikan anggaran rehabnya. Kami juga prihatin melihat kondisi ini, sehingga atas restu Bupati Brebes langsung kami respon dengan mengalokasikan anggaran rehab,” ungkap Aditya Perdana.
Dia mengatakan, alokasi anggara rehab SDN Karangbale ini berasal dari APBD tahun 2025, melalui program Mberesi Sekolah yang diinisiasi Bupati Brebes. Artinya, langkah ini menjadi bukti komitmen Pemkab Brebes dalam memperbaiki fasilitas pendidikan.
“Dari Rp 400 juta ini, nantinya untuk pembangunan ruang kelas baru satu unit dan rehab ruang kelas lainnya. Termasuk, rehab toilet sekolah. Kami taegetkan tahun ini selesai,” jelasnya.
Berita Lainnya
KEJARI SURABAYA MELAKUKAN PENAHANAN TERHADAP WA DALAM KASUS DUGAAN KORUPSI DI BANK BRI
TIM TANGKAP BURON KEJARI SURABAYA AMANKAN TERPIDANA KASUS KDRT AN. EKA SUGONDO
Penganiaya Janda Banyu Urip Terancam Pasal Berlapis