Jember – Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap Muhammad Hasim Shodiq (53), seorang nelayan asal Desa Serut, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, yang dilaporkan hilang di perairan Pantai Puger. Pada hari kedua operasi SAR, Minggu (27/7/2025), sebanyak dua SRU dikerahkan untuk menyisir area laut dan pesisir pantai.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR kali ini, menjelaskan bahwa satu SRU melakukan penyisiran di laut dengan menggunakan perahu nelayan sebagai sarana pendukung. SRU laut menyusuri area pencarian seluas sekitar 5,3 mil laut.
Cuaca maritim di perairan Puger berdasarkan data BMKG relatif kondusif, dengan kondisi cerah berawan, tinggi gelombang sekitar 1,3 meter, kecepatan arus permukaan 41 sentimeter per detik ke arah utara, dan angin berhembus sekitar 17 knot ke arah barat laut.
Meski cuaca tergolong bersahabat, tim SAR tetap meningkatkan kewaspadaan dalam setiap manuver pencarian di laut. Sementara itu, tim kedua menyisir sepanjang garis pantai Puger dengan jarak tempuh sekitar 6,2 kilometer untuk mencari tanda-tanda keberadaan korban.
Untuk mengoptimalkan pencarian, tim SAR juga berkoordinasi dengan masyarakat dan nelayan setempat. “Kami meminta kerja sama dari warga dan nelayan. Jika melihat sesuatu yang mencurigakan atau mengarah pada keberadaan korban, segera laporkan kepada tim SAR agar bisa segera kami tindak lanjuti,” ujar Nanang.
Sejumlah unsur SAR terlibat dalam operasi SAR ini, di antaranya tim Pos SAR Jember, BPBD Kabupaten Jember, Pos TNI AL Puger, Satpolairud Polres Jember, MARINIR Satgas Nusabarung, Polsek dan Koramil Puger, Siluman Rescue, Relawan Besromben, serta nelayan dan potensi SAR lainnya.
Berdasarkan informasi dari pelapor, peristiwa ini bermula ketika korban bersama 21 nelayan lain melaut menggunakan kapal jenis Payang bernama Baru Jaya dari Pelabuhan Puger, Jumat (25/7/2025) sekitar pukul 19.00 WIB. Mereka mencari ikan di sekitar perairan Pulau Nusabarung.
Pada Sabtu (26/7/2025) sekitar pukul 03.00 WIB, rombongan kembali ke pelabuhan. Saat kapal bersandar dan para nelayan turun, korban tidak ditemukan di atas kapal. Diduga korban terjatuh saat kapal masih berada di tengah laut.
Laporan kemudian disampaikan kepada petugas jaga Satpolairud. Setelah pemeriksaan dilakukan, barang-barang milik korban ditemukan di kapal, termasuk satu ember berisi pakaian dan minuman, serta inhaler. Korban diketahui memiliki riwayat sesak napas.
Berita Lainnya
Pungli Perizinan Tambang Kejati Jatim Sita Rp707 Juta dari 19 Pegawai ESDM
Kloter Pertama Haji Embarkasi Surabaya Resmi Diberangkatkan, Proses Dimulai Sejak Dini Hari
Wali Kota Palembang Pimpin Rapat Kesiapsiagaan Karhutla, OPD Diminta Siaga Hadapi Pancaroba