September 21, 2026

ITRANSNEWS.COM

iTransNews.com

Menag Ajak Umat Islam Verifikasi Arah Kiblat Lewat Fenomena Matahari Tepat di Atas Kakbah pada 15–16 Juli 2026

JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Islam di seluruh Indonesia memanfaatkan fenomena Matahari berada tepat di atas Kakbah atau *Rashdul Qiblat* untuk memverifikasi ketepatan arah kiblat. Momentum astronomi yang terjadi pada 15–16 Juli 2026 ini dinilai sebagai cara yang mudah, praktis, dan presisi dalam memastikan arah kiblat melalui Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026.

Menurut Menag, menghadap kiblat merupakan bagian penting dalam kesempurnaan ibadah salat. Karena itu, memastikan arah kiblat yang benar menjadi ikhtiar yang perlu dilakukan agar pelaksanaan ibadah semakin sempurna.

> “Saudara-saudaraku, umat Islam di seluruh Indonesia. Menghadap kiblat adalah bagian penting dalam kesempurnaan ibadah salat kita. Karena itu, Kementerian Agama mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026,” ujar Nasaruddin Umar di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Menag menjelaskan, fenomena Matahari tepat berada di atas Kakbah merupakan peristiwa astronomi yang terjadi dua kali setiap tahun. Pada saat itu, posisi Matahari berada di titik zenit Kakbah sehingga bayangan benda yang berdiri tegak lurus di permukaan bumi dapat dijadikan acuan untuk menentukan arah kiblat dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Tahun ini, fenomena tersebut berlangsung pada Rabu dan Kamis, 15–16 Juli 2026, tepat pukul 16.27 WIB, 17.27 WITA, dan 18.27 WIT.

Masyarakat dapat melakukan verifikasi secara sederhana dengan menempatkan tongkat atau benda yang dipasang tegak lurus di area terbuka. Ketika waktu fenomena tiba, arah bayangan yang terbentuk menjadi acuan penentuan kiblat. Garis yang ditarik dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat menunjukkan arah Kakbah.

> “Pada Hari Rabu dan Kamis, 15 dan 16 Juli 2026, tepat pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA, kita akan memanfaatkan momentum saat posisi Matahari berada tepat di atas Kakbah sehingga dapat digunakan untuk memverifikasi arah kiblat secara mudah, praktis, dan presisi,” kata Menag.

Melalui Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026, Kementerian Agama mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari takmir masjid dan musala, Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah, pondok pesantren, perguruan tinggi, instansi pemerintah, kantor swasta, hotel, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat di lingkungan rumah untuk melakukan verifikasi arah kiblat secara serentak.

Peserta dapat mendaftarkan lokasi pengukuran melalui portal **[https://indonesiaberkiblat.kemenag.dev](https://indonesiaberkiblat.kemenag.dev)** dengan membuat akun dan mengisi data lokasi. Portal tersebut juga menyediakan panduan teknis sehingga masyarakat dapat melakukan pengukuran secara mandiri maupun bersama petugas Kementerian Agama di daerah.

Selain memastikan ketepatan arah kiblat, Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 juga bertujuan meningkatkan literasi masyarakat mengenai ilmu falak sebagai salah satu instrumen penting dalam pelayanan keagamaan. Kementerian Agama berharap gerakan ini menjadi sarana edukasi publik sekaligus memperkuat akurasi arah kiblat di berbagai tempat ibadah dan fasilitas umum.

“Mari kita sukseskan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Semoga ikhtiar ini menjadi bagian dari upaya kita menyempurnakan kualitas ibadah kepada Allah SWT,” tutup Nasaruddin Umar.(Don)