JAKARTA – PT Hutama Karya (Persero) terus memperkuat upaya meningkatkan keselamatan berkendara di jalan tol melalui pelaksanaan Operasi Microsleep dan Operasi Simpatik secara berkala di seluruh ruas tol yang dikelolanya. Program ini difokuskan untuk menekan risiko kecelakaan lalu lintas akibat kelelahan dan mengantuk saat berkendara.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan kedua operasi tersebut merupakan langkah preventif perusahaan dalam membangun budaya keselamatan, baik dari sisi kesiapan pengemudi maupun kelayakan kendaraan.
“Melalui pelaksanaan Operasi Microsleep dan Operasi Simpatik di ruas-ruas tol yang dikelola Hutama Karya, kami ingin meningkatkan kesadaran pengguna jalan bahwa keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan, tetapi juga kondisi fisik pengemudi. Mengantuk, lelah, dan memaksakan perjalanan merupakan risiko yang harus dihindari. Karena itu, kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk memanfaatkan rest area sebagai tempat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar Hamdani.
Dalam Operasi Microsleep, petugas melakukan pemeriksaan terhadap kondisi pengemudi melalui sejumlah pertanyaan sederhana untuk mengidentifikasi tanda-tanda kelelahan atau penurunan konsentrasi. Pengemudi yang terindikasi mengantuk diarahkan untuk beristirahat di rest area terdekat sebelum melanjutkan perjalanan.
Sementara itu, Operasi Simpatik dilakukan melalui pendekatan edukatif dan persuasif. Petugas memberikan imbauan keselamatan secara langsung, membagikan materi edukasi, snack, serta kopi kepada pengguna jalan. Selain itu, dilakukan pemasangan stiker reflektif (scotlight) pada kendaraan angkutan guna meningkatkan visibilitas, khususnya saat berkendara pada malam hari.
Materi edukasi yang diberikan meliputi tata tertib berlalu lintas di jalan tol, bahaya microsleep, informasi peta Jalan Tol Trans Sumatera, hingga layanan call center Jalan Tol Hutama Karya.
Hutama Karya menjadwalkan operasi keselamatan tersebut secara rutin setiap bulan di seluruh ruas tol yang dikelolanya. Penentuan lokasi dan waktu pelaksanaan didasarkan pada analisis jam rawan, karakteristik lalu lintas, tingkat kepadatan, serta pola perjalanan pengguna jalan sehingga pelaksanaan kegiatan lebih tepat sasaran.
Sepanjang Juni 2026, Operasi Microsleep dan Operasi Simpatik telah dilaksanakan di berbagai wilayah, antara lain Jalan Tol JORR-S dan Akses Tanjung Priok di DKI Jakarta; Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, Indralaya–Prabumulih, dan Palembang–Indralaya di Sumatra Selatan; Jalan Tol Bengkulu–Taba Penanjung; Betung–Tempino–Jambi; Padang–Sicincin; Sigli–Banda Aceh; Pekanbaru–Dumai; Pekanbaru–XIII Koto Kampar; serta ruas Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat, Indrapura–Kisaran, dan Binjai–Langsa di Sumatra Utara.
Selain operasi berkala, patroli rutin juga dilakukan setiap hari di sepanjang ruas tol. Apabila petugas menemukan kendaraan yang diduga dikemudikan oleh pengemudi yang mengantuk atau kelelahan, kendaraan akan diarahkan untuk menepi agar pengemudi dapat beristirahat dan diberikan kopi sebagai upaya mencegah terjadinya microsleep.
Hutama Karya berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara serta menekan angka kecelakaan akibat kelelahan, kurangnya visibilitas kendaraan, maupun rendahnya kepatuhan terhadap aturan berlalu lintas.
Perusahaan juga mengimbau pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, menjaga kebugaran tubuh, serta tidak memaksakan diri mengemudi saat mengantuk. Pengguna jalan disarankan segera beristirahat di rest area apabila mulai kehilangan fokus atau menunjukkan gejala microsleep.
Untuk mendukung perjalanan yang lebih aman, Hutama Karya menyediakan aplikasi **Mozy** yang menyajikan informasi jalan tol, lokasi rest area terdekat, serta fitur **Reminder Notification** yang mengingatkan pengguna jalan untuk beristirahat secara berkala selama perjalanan.
Apabila artikel ini akan diterbitkan di media online, saya juga dapat menyesuaikannya dengan gaya penulisan yang lebih SEO-friendly beserta judul alternatif dan meta description.(Don)
Berita Lainnya
Polres Blitar dan Tim Gabungan Dirikan Posko Darurat Tangani Karhutla Gunung Butak
DVI Polda Jatim Terima 76 Data Ante Mortem Korban KM Virgo Transport 8
Tersangka Baru Korupsi KUR Jember