Surabaya – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan pemerintah memberikan pendampingan, perlindungan sosial, serta bantuan kesehatan dan pendidikan bagi korban ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, yang menewaskan 67 orang.
“Tentu kami pemerintah akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memberikan pendampingan, memberikan hal-hal yang dibutuhkan oleh keluarga korban, atau mereka yang luka-luka,” kata Gus Ipul di RS Bhayangkara Surabaya, Jumat (10/10/2025).
Ia menjelaskan seluruh korban baik yang mengalami luka ringan maupun luka berat, serta keluarga korban meninggal, akan mendapat dukungan sesuai kebutuhan masing-masing. Bantuan mencakup jaminan kesehatan, pemulihan korban, serta santunan sosial.
“Semuanya masih dalam proses asesmen. Dan hasil asesmen itu nanti akan kita tindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret, mulai dari perlindungan, jaminan kesehatan, kemudian pemulihan korban maupun keluarganya,” jelasnya.
Gus Ipul menyebut jumlah korban meninggal dunia akibat ambruknya bangunan tiga lantai Ponpes Al Khoziny mencapai 63 orang. Dari jumlah tersebut, 12 korban masih dalam proses identifikasi. Selain itu, terdapat 74 korban luka ringan dan 24 korban luka berat.
Gus Ipul menambahkan pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada para santri yang menjadi penyandang disabilitas akibat peristiwa tersebut, termasuk memastikan hak pendidikan mereka tetap terpenuhi.
“Makanya besok saya dengan Komisi Disabilitas Nasional akan mendengarkan dan sekaligus memberikan saran kepada santri-santri yang sekarang mungkin karena kakinya diamputasi, tangannya diamputasi,” tuturnya.
Pemerintah bersama pihak swasta juga akan menjamin kelanjutan pendidikan anak-anak tersebut melalui program beasiswa dan dukungan perlindungan sosial.
“Insya Allah dijamin semua. Baik ada pihak-pihak swasta yang menjamin maupun pemerintah juga akan memberikan jaminan anak-anak ini akan mendapatkan dukungan beasiswa sampai selesai,” papar Gus Ipul.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong membantu penanganan pascainsiden tersebut.
“Intinya di sini kelihatan sekali gotong royong dan kebersamaan dari semua pihak dalam menanggulangi pasca musibah ini,” tandas mantan Walikota Pasuruan tersebut.(cus)
Berita Lainnya
Menteri Haji Lantik PPIH, Embarkasi Palembang Siap Berangkatkan 7.036 Jemaah
Bandara SMB II Palembang Resmi Jadi Embarkasi dan Debarkasi Haji 2026
Bongkar Praktik Beras SPHP Oplosan, Tersangka Asal Probolinggo Diamankan