Agustus 24, 2026

ITRANSNEWS.COM

iTransNews.com

ABK yang Tenggelam di Muara Lalan Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

MUSI BANYUASIN – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan M. Firliansyah (16), anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan tenggelam di perairan Muara Lalan, Desa Perumpung Raya, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 14.15 WIB, setelah dua hari pencarian.

Korban ditemukan mengapung di tengah sungai sekitar 2,5 kilometer dari lokasi awal kejadian. Tim SAR Gabungan kemudian mengevakuasi jenazah dan membawanya ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Proses pencarian melibatkan Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI Angkatan Laut, Polairud, BPBD, serta masyarakat setempat. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) resmi dinyatakan selesai.

Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian.

> “Alhamdulillah, setelah dilakukan pencarian oleh seluruh unsur SAR Gabungan, korban berhasil ditemukan sekitar 2,5 kilometer dari lokasi awal kejadian. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat, baik dari Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD, maupun masyarakat yang telah bersama-sama melaksanakan pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” ujar Raymond.

Raymond juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah tersebut.

> “Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan. Terima kasih juga kepada seluruh pihak yang telah membantu selama pelaksanaan operasi SAR,” katanya.

Setelah operasi dinyatakan ditutup, seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke instansi masing-masing.

Basarnas Kantor SAR Palembang mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sungai maupun perairan agar selalu mengutamakan keselamatan dengan menggunakan alat pelindung diri, memperhatikan kondisi cuaca dan arus sungai, serta menghindari aktivitas di perairan apabila kondisi dinilai membahayakan.

Basarnas berharap masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di perairan guna mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat membahayakan keselamatan jiwa.(Don)