April 17, 2026

ITRANSNEWS.COM

iTransNews.com

Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Pekanbaru, Siapkan OMC hingga Helikopter Water Bombing

PEKANBARU – Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah se-Provinsi Riau menggelar apel kesiapsiagaan menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Lanud Roesmin Nurjadin, Kamis (5/3/2026). Apel ini digelar sebagai langkah antisipasi menjelang musim kemarau yang diperkirakan mulai terjadi pada akhir Maret 2026.

Apel dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, serta dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, Menteri Kehutanan, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Wakil Menteri Lingkungan Hidup, serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait.

Dalam arahannya, Djamari menyampaikan bahwa apel ini bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh pihak sebelum memasuki musim kemarau.

“Upaya ini sebagai bentuk kesiapsiagaan untuk meminimalkan peluang terjadinya Karhutla. Mitigasi dilakukan sejak dini, termasuk modifikasi cuaca untuk mengisi embung, parit, dan kanal agar tinggi muka air tetap terjaga,” ujarnya.

Selain operasi modifikasi cuaca, pemerintah juga menyiapkan dukungan operasi udara berupa helikopter water bombing dan helikopter patroli untuk memantau wilayah rawan kebakaran.

Menurut Djamari, upaya pencegahan sangat penting karena dampak Karhutla tidak hanya dirasakan di wilayah yang terbakar, tetapi juga dapat meluas hingga ke daerah lain bahkan negara tetangga.

Ia menegaskan keberhasilan penanganan Karhutla pada tahun-tahun sebelumnya tidak lepas dari kolaborasi seluruh pihak melalui pendekatan pentaheliks yang melibatkan pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, akademisi, media, serta masyarakat.

“Ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah pusat saja atau pemerintah daerah saja. Semua pihak harus terlibat karena ini menjadi tanggung jawab kita bersama kepada bangsa,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto mengatakan dalam tujuh tahun terakhir Indonesia berhasil menekan kejadian Karhutla besar seperti yang terjadi pada Kebakaran Hutan dan Lahan Indonesia 2019.

“Tujuh tahun ke belakang tidak ada kebakaran besar seperti tahun 2019. Bahkan saat fenomena El Nino pada 2023, Indonesia masih mampu mengatasinya,” kata Suharyanto.

BNPB juga telah menyiapkan sejumlah strategi penanganan Karhutla tahun 2026, salah satunya melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) selama masih terdapat potensi awan hujan di wilayah Riau.

Menurutnya, OMC tidak hanya bertujuan memadamkan api, tetapi juga meningkatkan cadangan air di embung dan kanal yang berada di sekitar kawasan hutan.

“Kami sudah melaksanakan OMC. Ketika masih ada pertumbuhan awan hujan, cara paling efektif adalah mendatangkan hujan sehingga api bisa segera dipadamkan,” ujarnya.

Selain itu, BNPB juga menyiapkan satuan tugas darat yang terdiri dari personel gabungan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, BPBD, Manggala Agni, serta masyarakat.

Jika kondisi kebakaran semakin besar dan sulit ditangani dari darat, maka operasi udara dengan helikopter water bombing akan menjadi langkah terakhir dalam penanganan.

BNPB mencatat sejak 16 Februari hingga 4 Maret 2026 telah dilakukan operasi modifikasi cuaca dengan 27 sorti penerbangan dan penyemaian 27 ton bahan semai di wilayah udara Riau.

Pada tahun ini, pemerintah menetapkan enam provinsi prioritas penanganan Karhutla sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2020, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

“Sampai awal Maret ini baru Provinsi Riau yang meminta bantuan pemerintah pusat, sehingga hari ini Pak Menko Polkam hadir langsung memimpin apel kesiapsiagaan,” kata Suharyanto.

Apel kesiapsiagaan tersebut diikuti sekitar 1.000 personel dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha hingga masyarakat. Berbagai peralatan penanggulangan Karhutla juga ditampilkan, termasuk helikopter patroli, helikopter water bombing, pesawat Cessna untuk operasi modifikasi cuaca, kendaraan pemadam kebakaran, motor pemadam, serta perlengkapan operasi darat lainnya.(Don)