April 18, 2026

ITRANSNEWS.COM

iTransNews.com

Pemkot Palembang Raih Gold Award IHIA 2025 Berkat Inovasi Mortality Data System Inovasi digital kesehatan ini mampu deteksi penyebab kematian secara real-time

Jakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Melalui inovasi Mortality Data System (MDS), Pemkot Palembang berhasil meraih Gold Award dalam kategori Teknologi Informasi Kesehatan pada ajang Indonesia Healthcare Innovation Awards (IHIA) VIII – 2025.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Perkumpulan Kedokteran Militer (Perdokmil) Mayjen TNI (Purn.) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP (K), FIHA, M.M.R.S, dalam acara Malam Gala Dinner IMEDIC II–2025 di Ballroom Rasamala, Hotel Aston Kartika, Grogol, Jakarta Barat, Kamis (23/10/2025).

Penghargaan diterima oleh Wali Kota Palembang Ratu Dewa, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Fenty Aprina dan Kepala Dinas Kominfo Adi Zahri.

Wujud Kolaborasi dan Kerja Keras

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan apresiasinya atas capaian ini sebagai bentuk pengakuan terhadap kerja keras seluruh tenaga kesehatan serta kolaborasi lintas sektor di Kota Palembang.

“Saya kira ini penghargaan untuk seluruh jajaran tenaga kesehatan dan juga warga Palembang. Apalagi ini penghargaan dari sisi Mortality Data System. Ke depan akan kita perluas lagi. Ini menjadi motivasi bagi nakes untuk terus meningkatkan akurasi dan validasi data yang lebih terjamin,” ujar Ratu Dewa.

Deteksi Penyebab Kematian Secara Real-Time

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang Fenty Aprina menjelaskan, Mortality Data System (MDS) merupakan inovasi digital hasil kolaborasi antara Dinas Kesehatan dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Sistem ini memungkinkan pengumpulan dan analisis data kematian secara real-time.

“Dengan aplikasi Mortality Data System ini, kita bisa mengetahui penyebab kematian secara langsung. Misalnya, jika seseorang meninggal di rumah sakit, maka data kematian yang dientri oleh pihak rumah sakit akan langsung mencatat penyebabnya dan menghasilkan surat keterangan kematian,” jelas Fenty.

Ia menambahkan, aplikasi ini telah digunakan oleh puluhan rumah sakit, seluruh puskesmas, klinik, serta bidan praktik mandiri di Kota Palembang. Data yang dihimpun dari sistem tersebut menjadi dasar dalam perumusan kebijakan dan program kesehatan masyarakat.

“Dengan mempelajari penyebab kematian, kita bisa menentukan langkah dan program yang tepat untuk menurunkan angka kematian di wilayah Kota Palembang,” ujar Fenty.

Deretan Prestasi Bidang Kesehatan

Acara penyerahan penghargaan IHIA turut dihadiri sejumlah pejabat Pemkot Palembang, antara lain Kepala BKPSDM, Kepala DPMPTSP, Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan, serta Kabag Protokol.

Prestasi ini melengkapi penghargaan sebelumnya yang diterima Dinas Kesehatan Kota Palembang, yaitu Stunting Award dan ATM Award dari Asosiasi Dinas Kesehatan (ADINKES). Kedua penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri pada acara Pentaloka Nasional Adinkes di Kota Solo, 21 Oktober 2025.

Komitmen Tingkatkan Layanan Kesehatan

Dengan sederet capaian tersebut, Pemerintah Kota Palembang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi berbasis teknologi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.(Don)