Mei 26, 2026

ITRANSNEWS.COM

iTransNews.com

BNPB Catat 25 Bencana dalam Dua Hari, Karhutla Masih Mendominasi

Jakarta – Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 25 kejadian bencana di Indonesia sepanjang 8–9 September 2025. Dari jumlah tersebut, tujuh peristiwa menonjol dengan dampak signifikan, mayoritas berupa kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Karhutla di Sejumlah Daerah

Kasus terbaru terjadi di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (7/9). Kebakaran melahap dua hektare hutan jati di Desa Campurejo, Kecamatan Sambit. Api berhasil dipadamkan BPBD bersama lintas instansi.

Di Aceh, karhutla menghanguskan lima hektare lahan di Desa Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Senin (8/9). Sementara di Desa Sungai Durian, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatra Utara, api membakar 10 hektare lahan.

Kalimantan Selatan juga masih berjibaku dengan karhutla. Hingga 8 September, total 780,74 hektare lahan terbakar, dengan tambahan 14,85 hektare dalam 24 jam terakhir. Wilayah ini berada dalam status siaga darurat sejak 4 Agustus hingga 30 September 2025.

Banjir dan Banjir Bandang

Banjir bandang melanda lima desa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Senin (8/9). Dua orang dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian. Bencana ini juga merusak satu rumah, dua kantor pemerintahan, tiga ruas jalan, dua jembatan, serta merendam sawah dan kebun warga.

Banjir juga melanda Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, berdampak pada 91 KK atau 91 rumah di empat desa dan dua kelurahan di lima kecamatan. Hingga 8 September, genangan masih terpantau di Kelurahan Pasar Krui.

Kekeringan di Jawa Tengah

Kekeringan berkepanjangan masih dialami warga di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Sebanyak 2.509 KK atau 8.795 jiwa terdampak di lima desa dari dua kecamatan. BPBD telah menyalurkan 250 tangki air bersih atau setara 1,25 juta liter secara bertahap.

Waspada Potensi Bencana

BMKG memperkirakan hujan ringan hingga sedang masih terjadi di wilayah barat Sumatra, sebagian Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua pada 10–11 September 2025. Kondisi ini berpotensi memicu banjir lokal, banjir bandang, dan longsor.

Sebaliknya, sebagian besar Kalimantan dan timur Sumatra diprediksi tetap panas dan kering, meningkatkan risiko karhutla. Sementara Jawa Tengah dan sebagian Jawa Timur diperkirakan masih minim hujan, sehingga kekeringan bisa meluas.

Komitmen BNPB

BNPB menegaskan komitmennya bersama pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait untuk mempercepat penanganan darurat bencana, mulai dari pemadaman karhutla, distribusi bantuan bagi korban banjir, hingga penyaluran air bersih di wilayah kekeringan.

“Masyarakat diimbau tetap waspada, mengikuti informasi resmi, dan mematuhi arahan pemerintah daerah,” tulis BNPB dalam keterangan resminya.(Don)