April 22, 2026

ITRANSNEWS.COM

iTransNews.com

Tiga Tokoh Nasional Dukung Hilirisasi Pertanian, Mentan: Ini Masa Depan Kita

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menerima kunjungan tiga tokoh nasional di kediamannya di Jakarta, Senin (4/8) pagi. Ketiga tokoh tersebut adalah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault, mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Paskah Suzetta, dan mantan Menteri Pertanian Anton Apriantono.

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan membahas arah kebijakan besar pertanian nasional, terutama percepatan hilirisasi sektor pertanian. Ketiga tokoh tersebut menyatakan dukungan moril terhadap langkah strategis pemerintah dalam memperkuat hilirisasi sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan petani.

“Hilirisasi adalah masa depan pertanian kita. Ini bukan hanya soal produksi, tapi bagaimana hasil petani bisa diolah, dikemas, dan dipasarkan hingga ke mancanegara,” ujar Mentan Amran.

Ia menambahkan, dukungan para tokoh nasional menjadi penyemangat untuk mempercepat pelaksanaan program hilirisasi pertanian, yang kini menjadi salah satu prioritas nasional.

Mentan Amran memaparkan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema pembiayaan senilai Rp371 triliun untuk mendukung hilirisasi, dengan potensi penyerapan tenaga kerja mencapai 8,6 juta orang. Program ini akan dijalankan melalui skema kemitraan antara petani, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan swasta.

“Petani tidak boleh jalan sendiri. Mereka harus terhubung dengan industri, didampingi BUMN, dan mendapat dukungan teknologi serta investasi swasta. Tujuan akhirnya adalah nilai tambah dan kesejahteraan petani,” tegasnya.

Program hilirisasi yang tengah digulirkan Kementerian Pertanian mencakup pengembangan industri pengolahan hasil pertanian, pembangunan infrastruktur logistik, penguatan akses pasar ekspor, serta digitalisasi rantai pasok dari hulu ke hilir.

Mentan Amran juga menyampaikan bahwa langkah hilirisasi merupakan instruksi langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto.

“Kami diperintahkan Bapak Presiden untuk memproduksi pangan yang permintaannya tinggi di dunia dan mengurangi ketergantungan impor, termasuk white sugar dan raw sugar yang nilainya mencapai triliunan rupiah per tahun,” ungkapnya.

Ia menekankan, pembangunan sektor pertanian tidak bisa dilakukan pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi menyeluruh untuk mendorong hilirisasi 14 komoditas strategis yang telah ditetapkan.

“Kalau ini kita penuhi, InsyaAllah dunia bisa kita genggam lewat pangan. Kita yakin Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia dan kesejahteraan petani meningkat,” pungkas Mentan Amran.(Don)