April 25, 2026

ITRANSNEWS.COM

iTransNews.com

79 Persen Wilayah Sumsel Masuki Musim Kemarau, Waspada Potensi Karhutla

PALEMBANG – Sebanyak 79 persen wilayah Provinsi Sumatera Selatan telah memasuki musim kemarau. Kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah daerah.

Berdasarkan data pemutakhiran iklim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tercatat bahwa 11 dari 14 Zona Musim (ZOM) di Sumsel telah memasuki musim kemarau sejak dasarian I Juni 2025.

“Secara umum, curah hujan di hampir seluruh wilayah Sumatera Selatan sudah di bawah 50 mm per dasarian,” tulis BMKG dalam keterangannya, Selasa (23/7/2025).

Meski sempat terjadi periode basah pada awal Juli, intensitas hujan terus menurun. Hanya sebagian kecil wilayah di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dan Ogan Komering Ilir (OKI) yang masih mencatat curah hujan di atas 50 mm.

BMKG juga mencatat Hari Tanpa Hujan (HTH) terpanjang terjadi di ARG Batu Lintang, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang, yaitu selama 15 hari berturut-turut.

“Saat ini, HTH secara umum masih berada pada kategori sangat pendek (1–5 hari), namun tren ini diprediksi akan meningkat seiring penurunan curah hujan,” lanjut pernyataan BMKG.

Dengan kondisi tersebut, peningkatan hotspot dan risiko Karhutla dinilai sangat mungkin terjadi dalam waktu dekat. BMKG dan pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada.

Imbauan untuk Masyarakat:

Tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun.

Menghemat penggunaan air, terutama di wilayah yang sudah mengalami kekeringan.

Memantau informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi BMKG.

Mematuhi instruksi dan imbauan pemerintah daerah dalam upaya pencegahan Karhutla.

Musim kemarau di Sumatera Selatan diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. Oleh karena itu, partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dinilai sangat penting untuk mencegah dampak buruk yang ditimbulkan oleh Karhutla.(Don)