April 30, 2026

ITRANSNEWS.COM

iTransNews.com

Transaksi QRIS Tembus Rp60,3 Triliun, Bank Indonesia Dorong Akselerasi Digital Lewat BSPI 2025

Malang – Bank Indonesia mencatat lonjakan tajam dalam transaksi digital melalui QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sepanjang tahun 2025. Peningkatan ini sejalan dengan akselerasi berbagai inisiatif digital yang digulirkan melalui program BSPI 2025 (Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia).

Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) Bank Indonesia, Himawan Kusprianto, mengungkapkan bahwa sejak diluncurkan pada 2019, QRIS telah menjangkau 40 juta merchant di seluruh Indonesia. Lonjakan transaksi paling signifikan terjadi pada sektor makanan dan minuman (mamin) serta belanja online.

“QRIS kini menjadi pilihan utama masyarakat dalam bertransaksi, terutama untuk pembelian produk makanan dan minuman serta belanja daring,” ujar Himawan dalam kegiatan Capacity Building Media 2025 di Hotel Alana, Malang, Jumat (18/07/2025).

Himawan menjelaskan bahwa akselerasi digital Bank Indonesia didorong oleh sejumlah terobosan strategis:
SNAP (Standard Nasional Open API Pembayaran): Memudahkan interkoneksi antara bank dan fintech
BI Fastq: Sistem pembayaran instan yang cepat, aman, dan efisien

Digitalisasi Daerah: Mendorong inklusi keuangan hingga ke pelosok

Penyederhanaan Regulasi: Mempercepat adopsi teknologi keuangan
Transformasi digital yang dijalankan BI melalui BSPI 2025 memberikan dampak nyata. Nilai transaksi digital tercatat mencapai Rp60,3 triliun, atau setara tiga kali Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Selain itu, 90% bank di Indonesia telah mengadopsi kanal digital, baik melalui mobile banking maupun internet banking. Rasio inklusi keuangan juga meningkat dari 48% menjadi 53%, berdasarkan data World Bank 2022.

Himawan menambahkan bahwa pertumbuhan transaksi melalui Elektronik Kanal Distribusi (EKD) menunjukkan tren positif sejak 2018 hingga 2025. Inovasi seperti SNAP, BI Fast, dan QRIS menjadi motor utama pertumbuhan tersebut.

“Transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tapi soal akses dan efisiensi. BSPI 2025 adalah fondasi sistem pembayaran masa depan Indonesia, pungkas Himawan.(z4ck)