Mei 1, 2026

ITRANSNEWS.COM

iTransNews.com

Operasi SAR KMP Tunu Pratama Jaya Diperpanjang,

Banyuwangi – Upaya pencarian terhadap para korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya telah berlangsung selama tujuh hari, hingga Selasa (8/7/2025). Namun, operasi SAR diperpanjang untuk kembali mencari para korban yang belum ditemukan.

“Atas dasar surat permohonan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, surat permohonan dari Kepala KSOP Tanjung Wangi, surat permohonan dari Bupati Jembrana, dan demi kemanusiaan serta persetujuan Search Coordinator (SC) terhadap surat permohonan perpanjangan Operasi SAR tersebut, kami akan memperpanjang jalannya Operasi SAR KMP Tunu Pratama Jaya. Hal ini mengingat masih banyaknya korban yang perlu kita evakuasi,” terang R. Eko Suyatno, Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas selaku SAR Mission Coordinator (SMC).

Selanjutnya dengan telah diperpanjangnya masa operasi SAR selama tiga hari, SMC tetap memerintahkan kepada jajaran OSC dan SRU untuk melakukan assessment, penggelaran jumlah tim SAR gabungan yang ada, agar kegiatan bisa berjalan lebih efektif dan efisien.

“Fokus kita mengevakuasi dan menindaklanjuti gambaran pemetaan bawah air yang dilakukan oleh SRU laut dan tim hidrografi, serta mengambil langkah-langkah menyiapkan SRU under water untuk menyiapkan dive plan dan rencana-rencana selanjutnya, dengan tetap mempertimbangkan faktor safety first,” jelas Eko Suyatno.

Dua jenazah yang ditemukan tim SAR gabungan pada hari ini telah berhasil teridentifikasi. Berdasar rilis yang disampaikan oleh tim DVI SIDOKKES POLRESTA Banyuwangi – BIDDOKKES POLDA Jatim, jenazah pertama teridentifikasi atas nama Muh. Aris Setiawan (23) asal Babadan RT 4 RW 8, Blitar. Dan jenazah kedua teridentifikasi atas nama Rido Anggoro (29) asal dusun Bodean, Babat, Banyuwangi.

Sementara itu, pencarian di perairan selatan selat Bali yang dilakukan SRU laut dengan menggunakan kapal-kapal besar, belum menemukan hasil. Demikian juga dengan pencarian udara dengan heli rescue HR 3606 serta pencarian jalur darat di sisi Banyuwangi dan Bali, belum menemukan hasil.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kendala utama yang dihadapi tim SAR gabungan saat pencarian, yaitu kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Data BMKG menyebutkan, cuaca berawan tebal, kecepatan angin berkisar diantara 4 – 25 knots, ketinggian gelombang maksimal di kisaran 2,5 – 3,5 meter, visibility 7 km, serta kecepatan arus permukaan 2,4 m/s.