Juni 10, 2026

ITRANSNEWS.COM

iTransNews.com

Naas wanita penjual kerupuk tewas tersambar kereta Ambarawa

Surabaya -Seorang wanita penjual kerupuk berinisial MSK (48) tewas setelah tersambar Kereta Api (KA) Ambarawa di rel perlintasan sebidang tanpa palang** di kawasan Jalan Buntaran, Manukan Wetan, Surabaya, Rabu (11/6/2025) Malam

Menurut saksi mata Parto (28)**, korban berjalan tepat di tengah jalur rel double track dari arah timur ke barat, sambil menenteng puluhan renteng kerupuk kemasan plastik yang biasa dijajakannya di warung-warung sekitar.

Korban sudah terbiasa berjualan kerupuk setiap sore dengan menitipkan dagangannya ke berbagai warung kopi dan warung makan di Kelurahan Manukan Wetan. Pada hari kejadian, sekitar pukul 16.00 WIB, korban berjalan sendirian menuju warung-warung untuk mengantarkan kerupuk.

Saat korban berada di tengah jalur rel, dari arah berlawanan KA Ambarawa Relasi Semarang Tawang–Pasar Turi** melaju dengan kecepatan tinggi dari barat ke timur. Meski korban berhadapan langsung dengan arah kedatangan kereta, ia diduga terlambat menyadari bahaya.

”Saya sudah teriak, ‘Buk minggir, minggir!’ Tapi dia kurang dengar karena kereta kencang,” ungkap Parto, penjaga swadaya perlintasan rel tanpa palang.

KA Ambarawa sempat membunyikan klakson untuk memberi peringatan, namun korban tidak sempat keluar dari jalur sebelum akhirnya tersambar dan tewas di tempat.

Suami korban, Samsul, mengaku baru mendapat kabar bahwa istrinya mengalami kecelakaan saat berjualan. Ia tampak terpukul dan belum bisa melihat kondisi jasad istrinya yang mengalami luka parah akibat benturan keras dengan KA Ambarawa.

”Saya baru pulang nukang, saya enggak tahu kondisinya gimana, pak,” ujarnya dengan suara bergetar.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 17.59 WIB, jenazah korban ditemukan **tergeletak di pinggiran rel, berjarak sekitar 25 meter dari titik perlintasan sebidang.

Hingga 21.05 WIB, tim INAFIS Polrestabes Surabaya tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP dan visum luar terhadap jenazah korban. Proses tersebut berlangsung sekitar 20 menit, sebelum akhirnya jenazah dievakuasi menggunakan kantung jenazah dan dibawa ke kamar mayat RSUD dr. Soetomo Surabaya.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, sementara warga sekitar berharap adanya peningkatan pengamanan di perlintasan sebidang tersebut guna mencegah kejadian serupa terulang. (Z4CK)