April 22, 2026

ITRANSNEWS.COM

iTransNews.com

Ojol Perempuan Surabaya Desak Pemkot Buat Asrama Difabilitas

Surabaya.Itransnews.com-Persatuan Ojek Online Perempuan Surabaya(POPSA) mendesak pemerintah daerah

Surabaya bertindak lebih untuk melindungi para ojek online perempuaan di Surabaya dari tindak kekerasan fisik dan seksual.

 

“Jumlah Ojol Perempuan di Surabaya kini sekitar 300 orang lebih, terus terang kami butuh perlindungan hukum yang lebih baik dari aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah Surabaya, karena profesi yang kami emban sangat rawan dari kekerasan,” ujar Ria salh seorang ojol perempuan di Surabaya.

 

Desakan itu disampaikan dalam acara deklasari POPSA yang diadakan di resto dan kolam pancing TMT Jalan Jambangan Surabaya, Selasa (12/8). Dalam sesi diskusi panel yang menghadirkan nara sumber Rizkya Dwijayanti,S.IP. M.IP Dosen Untag Surabaya, Hendra Sasmita SH, CTMT seorang pengacara dan Sri Mulyono Herlambang, SH Redakatur Pelaksana itransnews.com para ojol perempuan juga mendesak Pemerintah Kota Surabaya menyediakan fasilitas khusus berupa asrama dan sekolah khusus bagi para penyandang difabilitas dan Disabilitas di Surabaya.

 

permintaan itu dismpaikan para ojol perempuan dihadapan Kepala Dinsos Kota Surabaya Mia Santi Dewi SH, M.Si yang juga menghadiri acara tersebut mewakili Walikota Surabaya Eric Cahyadi.

 

Ketua Pembina POPSA Andi RAhmadi mengatakan sangat mengapresiasi usulan para ojol perempuan Surabaya dan berjanji akan memperjuangkan usulan itu hingga terlaksana. Selain itu, Andi Rahmadi yang juga pembina bagi ratusan anak-anak difabilitas di Surabaya ini juga punya program one OPD one Difabilitas yang artinya setiap OPD di Surabaya nantinya dipekerjakan satu orang difabilitaas atau disabilitas.(ham)