Agustus 24, 2026

ITRANSNEWS.COM

iTransNews.com

Danrem 044/Garuda Dempo Patroli Udara Pantau Karhutla di Sumatera Selatan

PALEMBANG – Komandan Korem (Danrem) 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud melakukan patroli udara untuk memantau kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Selatan, Minggu (9/8/2026). Patroli dilakukan menggunakan helikopter AS365-N2 PK-RTY milik Satuan Tugas Udara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sebelum patroli udara dilaksanakan, Danrem menerima paparan mengenai perkembangan situasi karhutla di Sumatera Selatan dari Mayor Lek Edy Susanto. Paparan tersebut mencakup kondisi titik panas (hotspot), cuaca, wilayah rawan karhutla, serta langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan Satgas Karhutla.

Patroli udara dimulai dari Apron Alpha Lanud Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang dengan rute melintasi Palembang, Talang Kelapa, Tulung Selapan, Pangkalan Lampam, Muara Kuang, Jejawi, Indralaya, Gelumbang, Rantau Bayur, dan kembali ke Palembang.

Kegiatan ini bertujuan memantau secara langsung wilayah yang berpotensi mengalami karhutla, mengidentifikasi titik-titik rawan, serta memastikan kesiapan personel dan sarana penanggulangan yang telah disiagakan di lapangan.

Berdasarkan hasil pemantauan, Satgas Darat Karhutla yang terdiri dari personel TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, Babinsa, dan instansi terkait lainnya terus melaksanakan patroli, pencegahan, serta penanganan karhutla di sejumlah daerah di Sumatera Selatan. Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar juga terus digencarkan.

Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud menegaskan bahwa upaya pencegahan merupakan langkah paling efektif dalam mengendalikan karhutla dan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

> “Patroli udara ini kami laksanakan untuk memastikan kondisi wilayah secara langsung, memetakan daerah rawan, sekaligus melihat kesiapsiagaan Satgas Karhutla di lapangan. Saya mengapresiasi seluruh personel yang terus bekerja tanpa mengenal waktu dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan karhutla di Sumatera Selatan,” ujar Khabib.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas.

> “Pencegahan karhutla bukan hanya tugas pemerintah dan aparat, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama demi menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, BNPB, serta partisipasi aktif masyarakat, diharapkan potensi kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan dapat ditekan sehingga kondisi tetap aman, terkendali, dan kualitas lingkungan tetap terjaga.(Don)