JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia hingga Senin (29/6/2026) pukul 07.00 WIB. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan akibat musim kemarau menjadi bencana yang paling dominan.
Berdasarkan data Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops) BNPB, karhutla terjadi di sejumlah daerah, antara lain Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah; Kota Langsa, Aceh; dan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Di Kabupaten Sukoharjo, lahan seluas sekitar empat hektare di Desa Gentan, Kecamatan Bulu, terbakar pada Sabtu (27/6/2026) pukul 18.15 WIB. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan berhasil memadamkan api pada Minggu (28/6/2026). Tidak ada korban jiwa maupun warga terdampak dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, kebakaran lahan juga terjadi di Desa Birem Puntong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Aceh, pada Minggu (28/6/2026). Kebakaran diduga dipicu api dari pembakaran sampah dan menghanguskan lahan seluas sekitar dua hektare.
Akibat kejadian itu, satu kepala keluarga terdampak. BPBD Kota Langsa mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran serta satu mobil tangki air untuk memadamkan api, yang berhasil dikendalikan pada hari yang sama.
Karhutla juga melanda Desa Tomo, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Lahan seluas dua hektare terbakar, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
BPBD Provinsi Jawa Barat bersama BPBD Kabupaten Sumedang dan tim gabungan berhasil memadamkan api menggunakan satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu mobil tangki air. Tidak ada korban dilaporkan dalam kejadian tersebut.
Distribusi Air Bersih Terus Dilakukan
Selain menangani karhutla, BNPB juga mencatat upaya penanganan kekeringan masih berlangsung di sejumlah wilayah Jawa Tengah, yakni Kabupaten Banyumas, Boyolali, dan Klaten.
Di Kabupaten Banyumas, BPBD mendistribusikan 5.000 liter air bersih kepada warga Desa Taman Sari, Kecamatan Karanglewas. Air tersebut ditampung dalam toren berkapasitas 4.000 liter dan wadah milik warga.
Di Kabupaten Boyolali, sebanyak 10.000 liter air bersih disalurkan ke Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro, dan Desa Samiran, Kecamatan Selo. Sebelumnya, kekeringan di wilayah tersebut telah berdampak pada sedikitnya 42 kepala keluarga atau 125 jiwa sejak awal Juni 2026.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Klaten kembali mendistribusikan 60.000 liter air bersih atau setara 12 mobil tangki kepada 301 kepala keluarga atau 1.142 jiwa di Desa Sidorejo.
Secara keseluruhan, BPBD Klaten telah menyalurkan 169 tangki air bersih atau sekitar 845.000 liter kepada 2.970 kepala keluarga atau 9.871 jiwa di empat desa, yakni Desa Tlogowatu, Tegalmulyo, Kendalsari, dan Sidorejo.
BNPB Imbau Tingkatkan Kewaspadaan
BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan selama musim kemarau. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan, menggunakan air secara bijak, serta mewaspadai potensi karhutla dan kekeringan.
Selain itu, pemerintah daerah diharapkan memperkuat langkah mitigasi melalui pemantauan wilayah rawan, menyiapkan sumber daya penanggulangan bencana, serta memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat yang berpotensi terdampak kekeringan.(Don)
Berita Lainnya
Polda Jatim Bongkar Peretasan 260 Website, Tersangka Jual Domain untuk Promosi Judi Online
TIM TANGKAP BURON KEJARI SURABAYA BERHASIL MENANGKAP TERPIDANA PENIPUAN 10 MILYAR*
IJTI Surabaya Desak Presiden Prabowo Minta Maaf Terbuka Atas Sebutan “Londo Ireng” bagi Wartawan