April 22, 2026

ITRANSNEWS.COM

iTransNews.com

Upaya Penanganan Darurat Pascabanjir Bandang di Nagekeo, NTT

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama BPBD dan dinas terkait terus melakukan upaya penanganan darurat pascabanjir bandang yang melanda Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (8/9).

 

Hingga Kamis (11/9), tim gabungan masih melakukan pencarian korban hilang, pendataan dampak bencana, serta perbaikan darurat untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat. BNPB mencatat dua titik jalan yang sebelumnya terputus di Kecamatan Mauponggo telah kembali bisa dilalui setelah dilakukan pembersihan material longsor. Namun, tiga titik lain masih dalam proses penanganan oleh BPBD dan dinas terkait.

 

“Perbaikan jalan sangat membantu proses penanganan darurat, karena akses menuju lokasi terdampak sebelumnya sulit ditembus kendaraan,” kata BPBD Nagekeo dalam laporan harian, Rabu (10/9).

 

Banjir bandang tersebut berdampak pada 14 desa di tiga kecamatan, yakni Mauponggo, Nangaroro, dan Boawae. Hingga Kamis (11/9) pukul 11.00 WIB, tercatat lima orang meninggal dunia, tiga orang hilang, tiga orang luka-luka, dan 30 orang mengungsi sementara. Tim SAR gabungan masih mencari korban yang dinyatakan hilang.

 

Kerugian material meliputi satu rumah hanyut, satu rumah rusak berat, dua unit kantor terdampak, dua jembatan rusak, serta tiga ruas jalan utama terputus. BPBD Nagekeo masih mendata kerusakan lanjutan, termasuk rumah warga, ternak, serta lahan pertanian yang terdampak.

 

Pemerintah Kabupaten Nagekeo menetapkan status tanggap darurat bencana cuaca ekstrem melalui Surat Keputusan Nomor 330/KEP/HK/2025 yang berlaku mulai 9 hingga 30 September 2025.

 

Sebagai tindak lanjut, BPBD Provinsi NTT mengirim bantuan logistik melalui jalur laut pada Kamis (11/9), berupa 200 selimut, 150 matras, 50 paket peralatan masak, 75 paket hygiene kit, 25 kasur lipat, 25 velbed, 30 paket peralatan kebersihan, 12 dus biskuit protein untuk anak-anak, dan 10 unit tenda keluarga.

 

BNPB juga menyalurkan bantuan tambahan berupa 200 paket sembako, 100 paket makanan siap saji, 50 paket sandang-pangan, 30 paket perlengkapan bayi, senter kepala dan senter pegang, dua unit gergaji mesin, satu unit genset, serta dua unit tenda pengungsi. Bantuan dana siap pakai juga akan digelontorkan sesuai kebutuhan di lapangan.

 

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB bersama tim telah bertolak ke Nagekeo untuk mendampingi pemerintah daerah dalam percepatan penanganan darurat.

 

Banjir bandang terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah Nagekeo sejak 7–8 September 2025. Air bah mulai menerjang Kecamatan Mauponggo pada Senin (8/9) sekitar pukul 12.00 Wita, lalu merembet ke wilayah yang lebih rendah. (Don)