April 30, 2026

ITRANSNEWS.COM

iTransNews.com

80 Tahun Indonesia Merdeka: Hutama Karya Bangun 42 Proyek SDA, Perkuat Ketahanan Pangan

JAKARTA – Memperingati 80 tahun kemerdekaan Indonesia, PT Hutama Karya (Persero) mempertegas kontribusinya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pembangunan infrastruktur sumber daya air (SDA). Sejak 2013 hingga 2025, perusahaan pelat merah itu menggarap 42 proyek strategis yang terdiri atas 23 bendungan dan 19 jaringan irigasi.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menyebut pembangunan infrastruktur SDA menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional.

“Dari Sabang sampai Merauke, seluruh proyek kami mampu mengairi lebih dari 125 ribu hektare lahan pertanian. Ini memungkinkan petani meningkatkan produktivitas hingga tiga kali masa tanam dalam setahun,” ujar Adjib.

Selain menopang swasembada pangan, proyek ini juga menyerap lebih dari 4.800 tenaga kerja serta memberikan dampak ekonomi dan sosial di berbagai wilayah Indonesia.

Proyek Unggulan

Beberapa proyek yang dinilai strategis antara lain:

Bendungan Leuwikeris (Jawa Barat) berkapasitas 845 juta m³, mengairi 11.216 hektare lahan pertanian, sekaligus mengendalikan banjir, penyediaan air baku, dan berpotensi menghasilkan listrik 20 MW.

Bendungan Semantok (Jawa Timur) berkapasitas 32,09 juta m³, dilengkapi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu, serta berfungsi untuk irigasi dan pengendalian banjir.

Bendungan Meninting (Lombok Barat) berkapasitas 12,18 juta m³, mengairi 1.559 hektare lahan dengan teknologi konstruksi modern.

Jaringan Irigasi Rawa Kapuas (Kalimantan Tengah) melayani 43.503 hektare lahan pertanian, menjadi bagian dari pengembangan food estate nasional.

Menuju Indonesia Emas 2045

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menekankan bahwa pembangunan bendungan, waduk, serta jaringan irigasi adalah kunci ketahanan pangan nasional. Dukungan infrastruktur ini juga menyasar food estate di Kalteng, Papua Selatan, dan NTT.

Saat ini Hutama Karya tengah menyelesaikan tiga bendungan strategis: Way Apu Paket 2 (Maluku), Bulango Ulu (Gorontalo), dan Tiga Dihaji (Sumatera Selatan).

Ketiganya ditargetkan mampu menambah pasokan irigasi lebih dari 41 ribu hektare, menghasilkan energi listrik terbarukan, serta memberi perlindungan banjir bagi masyarakat sekitar.

Inovasi & Keberlanjutan

Hutama Karya memanfaatkan teknologi canggih dalam setiap proyek, mulai dari pemetaan drone, desain berbasis digital, hingga Project Management Information System untuk transparansi pembangunan.

Konsep green construction juga diterapkan, misalnya metode hydroseeding untuk mengurangi penggunaan semen sekaligus mempercantik lanskap area proyek.

“Peningkatan produktivitas lahan hingga tiga kali panen setahun membuktikan manfaat nyata proyek SDA terhadap kesejahteraan petani,” jelas Adjib.

Selain itu, bendungan juga membuka peluang baru ekonomi lokal seperti perikanan darat, pariwisata air, hingga UMKM.

Komitmen ke Depan

Hutama Karya menegaskan komitmennya mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang berfokus pada ketahanan pangan, konektivitas, dan pemberdayaan masyarakat. (Don)