SURABAYA – Kurangnya kesempatan pelajar untuk mengembangkan keterampilan praktis dan karakter menjadi perhatian tim dosen dan mahasiswa Fakultas Arsitektur dan Desain UPN Veteran Jawa Timur. Untuk menjawab tantangan tersebut, diselenggarakan Pelatihan Sablon sebagai Upaya Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Internalisasi Nilai Bela Negara di SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya bagi siswa kelas 7 hingga 9.
Sablon manual dipilih karena tekniknya sederhana dan mudah dipraktikkan oleh siswa seusia mereka. Melalui tahapan sablon—dari pembuatan desain, afdruk screen, hingga penyaputan tinta—para siswa secara tidak langsung dilatih untuk membangun tanggung jawab, kerja sama, serta rasa bangga terhadap hasil karyanya sendiri.
Menurut Mahimma Romadhona, dosen program studi Desain Komunikasi visual (DKV) yang terlibat langsung dalam kegiatan ini, pelatihan mengangkat tema besar Kebhinekaan Global, yang merupakan salah satu ciri utama Profil Pelajar Pancasila. “Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya keberagaman dan kolaborasi dalam berkarya,” jelasnya.
Aditya Rahman Yani, dosen DKV yang menyampaikan materi “Penguatan Profil Pelajar Pancasila”, menekankan pentingnya menjadikan siswa sebagai manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, sebagaimana amanat pendidikan nasional. Ia juga menambahkan bahwa menjaga kebhinekaan berarti tidak membeda-bedakan latar belakang suku, agama, atau ras, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam deklarasi anti rasis pada zamannya.
Ketua kegiatan, Restu Ismoyo Aji, mendemonstrasikan secara langsung proses penyablonan dari awal hingga akhir. Ia menjelaskan bahwa desain yang disablonkan telah disesuaikan dengan tema keberagaman dan semangat kebangsaan, sehingga karya para siswa tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga membawa pesan positif.
Suasana praktik sablon berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Beberapa siswa tampak diam memperhatikan dengan serius, sementara yang lain fokus menyaput tinta dengan hati-hati. Tidak sedikit pula yang tersenyum bahagia ketika melihat hasil sablon mereka tercetak dengan baik di atas kaos atau totebag.
Kepala SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya, Zahrotul Mufidah menyambut baik kegiatan ini. “Kami berharap pelatihan seperti ini dapat berlanjut di masa mendatang dan menjadi sarana peningkatan kreativitas serta karakter siswa dalam menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Pelatihan sablon ini menjadi wujud nyata dari kolaborasi antara dunia pendidikan dasar dan pendidikan tinggi dalam membentuk pelajar yang kreatif, kolaboratif, berkarakter, dan berjiwa bela negara—sesuai arah pembangunan pendidikan Indonesia melalui Profil Pelajar Pancasila.
Berita Lainnya
Polda Jatim Bongkar 66 Kasus Mafia BBM dan Elpiji Subsidi, Negara Rugi Rp7,5 Miliar
KEJARI SURABAYA MELAKUKAN PENAHANAN TERHADAP WA DALAM KASUS DUGAAN KORUPSI DI BANK BRI
TIM TANGKAP BURON KEJARI SURABAYA AMANKAN TERPIDANA KASUS KDRT AN. EKA SUGONDO