November 8, 2026

ITRANSNEWS.COM

iTransNews.com

Polres OKU Selatan Bedah 11 Rumah Korban Longsor dan Banjir, Rampung Ditargetkan 30 Hari

OKU SELATAN– Kepolisian Resor (Polres) Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan memulai program bedah rumah bagi warga yang terdampak bencana tanah longsor dan banjir di Kabupaten OKU Selatan. Program ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus bentuk kepedulian Polri dalam membantu percepatan pemulihan masyarakat pascabencana.

Peletakan batu pertama pembangunan rumah dilaksanakan di Desa Karang Indah, Kecamatan Banding Agung, Senin (29/6/2026). Kegiatan dipimpin Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana bersama jajaran Pemerintah Kabupaten OKU Selatan, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

Pembangunan tahap pertama diawali pada rumah milik Joni Saputra, salah seorang warga yang rumahnya terdampak bencana.

Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana mengatakan, program tersebut menargetkan pembangunan sebanyak 11 unit rumah bagi warga terdampak bencana.

“Dari total 11 unit rumah, empat unit dibangun melalui swadaya Polres OKU Selatan, sedangkan tujuh unit lainnya merupakan hasil kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten OKU Selatan,” katanya.

Adapun penerima bantuan meliputi Sugiharto, Suharyanto, Saparudin, Rais, Riki Kardi, Johan Sapri, dan Joni Saputra yang tersebar di dua kecamatan terdampak.

Menurut Kapolres, program bedah rumah merupakan implementasi nilai pelayanan Polri kepada masyarakat melalui semangat **DEKAT** yang merupakan akronim dari Dedikasi, Etika, Kolaborasi, Aksi, dan Terpercaya.

“Program bedah rumah ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Melalui semangat DEKAT, kami ingin memastikan kehadiran Polri benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Semoga rumah yang dibangun ini menjadi awal bangkitnya kehidupan warga pascabencana dan menjadi bagian dari pengabdian kami dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80,” ujar AKBP I Made Redi Hartana.

Program kemanusiaan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho agar seluruh jajaran Polri terus memperkuat kehadiran di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu percepatan pemulihan pascabencana.

Pembangunan seluruh rumah ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 30 hari. Kehadiran hunian yang layak diharapkan mampu mengembalikan semangat warga untuk bangkit serta meningkatkan kualitas hidup, kesehatan, dan rasa aman bagi para penerima manfaat.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan, program bedah rumah merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Polri tidak hanya hadir sebagai pelindung, pengayom, dan penegak hukum, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Program bedah rumah ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri dalam membantu masyarakat memperoleh hunian yang layak sekaligus memperkuat semangat gotong royong bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat,” kata Nandang.

Melalui kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, Polda Sumatera Selatan berharap program tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi warga terdampak bencana sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80.(Don)