April 26, 2026

ITRANSNEWS.COM

iTransNews.com

Polda Sumsel–Pertamina Perkuat Pengamanan Distribusi BBM Jelang Ramadan dan Mudik Lebaran

PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan memperkuat sinergi dengan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) untuk memastikan keamanan distribusi bahan bakar minyak (BBM) serta pengamanan objek vital energi menjelang Ramadan dan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Kapolda Sumsel Sandi Nugroho dengan jajaran manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel di Ruang Delegasi Lantai 2 Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Palembang, Kamis (12/3/2026).

Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah strategis kepolisian untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi energi, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat menjelang mudik Lebaran.

Delegasi Pertamina dipimpin Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Erwin Dwiyanto, bersama sejumlah pejabat manajemen regional.

Sementara dari jajaran Polda Sumsel turut hadir Wakapolda Sumsel Rony Samtana, Dirintelkam Tony Budhi Susetyo, dan Dirreskrimsus Doni Satrya Sembiring.

Kapolda Sumsel menyoroti fenomena antrean kendaraan di sejumlah SPBU, terutama di jalur lintas keluar kota seperti arah Musi Banyuasin, Ogan Ilir, dan Banyuasin. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kemacetan serta keresahan masyarakat jika tidak dikelola dengan baik.

Karena itu, Polda Sumsel mendorong pengawasan ketat terhadap rantai distribusi BBM guna mengantisipasi praktik penimbunan, pengisian berulang menggunakan kendaraan modifikasi, hingga potensi penyalahgunaan distribusi oleh oknum tertentu.

Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026, Kapolda juga meminta dilakukan pemetaan menyeluruh terhadap titik rawan distribusi BBM. Pemetaan tersebut mencakup jalur tol fungsional, jalur arteri utama, rest area, hingga kawasan dengan potensi lonjakan konsumsi BBM.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan ketersediaan pasokan BBM tetap terjaga dan tidak terjadi kelangkaan saat mobilitas masyarakat meningkat.

Selain itu, Kapolda juga menyinggung pengelolaan sumur minyak rakyat yang berkembang di beberapa wilayah Sumatera Selatan. Ia menegaskan aktivitas tersebut harus memperhatikan aspek keselamatan kerja, perlindungan lingkungan hidup, serta kepastian legalitas agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Erwin Dwiyanto, menjelaskan wilayah operasional Sumbagsel mencakup lima provinsi, yakni Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Kepulauan Bangka Belitung.

Menurut dia, luasnya wilayah operasional menjadikan koordinasi dengan kepolisian sangat penting guna menjaga kelancaran distribusi energi di kawasan Sumatera bagian selatan.

Kapolda Sumsel menegaskan keamanan distribusi energi memiliki dampak luas terhadap stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.

“Distribusi BBM bukan hanya urusan pasokan. Ini menyangkut stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Polda Sumsel siap hadir di setiap titik yang memerlukan pengamanan, mulai dari depot hingga SPBU,” tegas Sandi.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Nandang Mu’min Wijaya menambahkan sinergi dengan Pertamina menjadi langkah strategis dalam menjaga kelancaran distribusi energi.

“Keamanan energi adalah bagian dari keamanan masyarakat. Polda Sumsel bersama Pertamina akan terus berkoordinasi agar distribusi BBM dan LPG berjalan lancar, khususnya menjelang Ramadan dan arus mudik Lebaran,” ujarnya.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman untuk memperkuat koordinasi operasional antara Polda Sumsel dan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel. Kedua institusi juga akan segera mematangkan pemetaan titik rawan distribusi energi serta mekanisme dukungan pengamanan selama Operasi Ketupat Musi 2026.(Don)