Sumatra – PT Hutama Karya (Persero) memfasilitasi 792 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di 23 rest area Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang tersebar di enam provinsi hingga Juni 2025. Langkah ini sejalan dengan peringatan Hari UMKM Nasional 2025 dan bertujuan memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Adjib Al Hakim mengatakan program ini mencerminkan visi perusahaan membangun infrastruktur yang tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Rest Area JTTS menjadi manifestasi nyata dari amanah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang BUMN yang mewajibkan kami melakukan pemberdayaan UMKM. Bagi Hutama Karya, kemitraan ini adalah komitmen strategis membangun ekosistem ekonomi inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya, Selasa (12/8/2025).
Hutama Karya bahkan melampaui ketentuan Peraturan Menteri PUPR Nomor 28 Tahun 2021 yang menetapkan minimal 30% area komersial untuk UMKM. Saat ini, 57,1% atau 56,47 m² dari total 98,86 m² area komersial di rest area dialokasikan untuk UMKM.
Transformasi Pedagang Jalanan
Dari 990 kapasitas tenant UMKM yang tersedia, tingkat okupansi bervariasi. Rest Area KM 234 Jalur A di Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung mencatat okupansi 100% karena lokasi strategis. Adjib menyebut program ini berhasil mengubah pedagang pinggir jalan menjadi pelaku usaha formal dengan fasilitas memadai dan pasar lebih luas.
Pembinaan dan Digitalisasi
Melalui program “JTTS Berdaya”, sejak 2022 sebanyak 75 UMKM telah mengikuti pelatihan kewirausahaan, manajemen usaha, dan digitalisasi pembayaran. Di Rest Area 215B Tol Terpeka, 35% tenant telah mengadopsi pembayaran digital QRIS, transfer bank, dan BRILink, yang meningkatkan pendapatan 10–20%.
Hutama Karya juga menargetkan penerapan aplikasi Point of Sale (POS) untuk pencatatan keuangan, disertai pendampingan bertahap bagi UMKM mikro. Salah satu kisah sukses datang dari RM Sinar milik Siti Nakoh di Rest Area 215B yang mampu menambah tenant setelah mengikuti program pendampingan.
Produk Lokal Jadi Andalan
Rest area JTTS menjadi etalase produk khas Nusantara, mulai dari masakan Padang, kuliner Jawa Timur, hingga Tahu Sumedang. Kerja sama dengan Dinas Koperasi, UMKM, dan Dekranasda setempat memastikan produk lokal mendapat ruang promosi optimal.
Adjib menegaskan komitmen perusahaan untuk terus menjadikan rest area sebagai katalis UMKM berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. “Dengan kolaborasi semua pihak, UMKM Indonesia akan semakin berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional,” pungkasnya.(Don)
Berita Lainnya
Hari Bhayangkara ke-80, Forkopimda Depok Pererat Sinergi Lewat Lomba Mancing
Polda 2 Juara Turnamen Bulutangkis Piala Kapolda Jatim 2026
Polisi Geledah Kantor WIKA, Usut Dugaan Korupsi Proyek Modernisasi Pabrik Gula Asembagus Rp645 Miliar