Maret 5, 2026

ITRANSNEWS.COM

iTransNews.com

Kepedulian Mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Badrodin Haiti, Pembinaan Sekolah BM 400, Bagikan 900 Paket Sembako Untuk Warga Depok.

Depok – Sekolah Bakti Mulya 400 Depok menggelar bakti sosial perdana pada Ramadan 1447 H. Sekolah ini membagikan 900 paket sembako kepada warga sekitar dan beberapa wilayah di Depok.

Kegiatan ini mengusung tema “Bersama dalam Kebaikan, Bersatu dalam Kepedulian.”

Momentum Ramadan dipilih karena harga kebutuhan pokok mulai meningkat. Sekolah ingin hadir membantu masyarakat sekitar.

Bakti sosial digelar di lingkungan Sekolah Bakti Mulya 400 Depok.

Yayasan Amanah Cerdas Bangsa dan pihak sekolah mendukung penuh kegiatan tersebut.

Sebanyak 650 paket disalurkan kepada tujuh RT di sekitar sekolah.

Selain itu, 105 paket diberikan ke Kelurahan Beji Timur, 50 paket ke Cijeruk, dan 100 paket ke Jagakarsa.

Kegiatan ini dihadiri pembina Yayasan Amanah Cerdas Bangsa Bapak Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Badrodin Haiti, CEO Sekolah Bakti Mulya 400 Bapak Dr. H. Sutrisno Muslimin, M.Si, Lurah Kukusan Ibu Kholifah, SH, serta dosen Universitas Indonesia Bapak Dr. H. Basuni Immamuddin, SS., MA.

Wujud Kepedulian di Tengah Kenaikan Harga

Pembina Yayasan Amanah Cerdas Bangsa, Bapak Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Badrodin Haiti, menjelaskan alasan kegiatan ini digelar saat Ramadan.

“Dari kegiatan ini sendiri ya kegiatan ini ada kegiatan bakti sosial ini kan Ramadan barang-barang sudah mulai naik kebutuhan pokok sudah mulai naik sehingga kita isikan rezeki sedikit untuk bisa membantu masyarakat sekitar sekolah ini 900 ya harapannya yang pertama mudah-mudahan situasinya juga aman lancar,” kata Badrodin Haiti, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 28 Februari 2026.

Ia juga menyinggung pentingnya kelancaran pembangunan sekolah.

“Harapannya yang pertama mudah-mudahan situasinya juga aman lancar pembangunan bisa dilaksanakan sesuai dengan rencana sehingga target pembangunan sekolah ini bisa selesai pada bulan Mei,” katanya.

Menurutnya, kelancaran pembangunan akan berdampak langsung pada kegiatan belajar.

“Sehingga tahun ajaran baru 2026 2027 itu bisa dilaksanakan pada bulan Juni nanti,” katanya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa bakti sosial bukan sekadar kegiatan seremonial.

Sekolah ingin tumbuh bersama masyarakat dan memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana.

Ramadan menjadi momen memperkuat solidaritas sosial.

Harga kebutuhan pokok cenderung naik. Karena itu, bantuan sembako dinilai tepat sasaran.

Distribusi dilakukan terstruktur. Panitia memastikan paket diterima warga yang membutuhkan. Antusiasme warga terlihat sejak awal kegiatan.

Sekolah berharap kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan. Hubungan harmonis antara sekolah dan masyarakat menjadi prioritas utama.

Tiga Pilar Pendidikan: Religius, Nasionalis, Internasional

Sekolah Bakti Mulya 400 Depok dikenal sebagai sekolah berkarakter Islam, Nasional, dan Internasional.

Sekolah ini memadukan tiga pilar utama: Islamic, Nationalist, dan Internationalist.

CEO Sekolah Bakti Mulya 400, Bapak Dr. H. Sutrisno Muslimin, M.Si, menjelaskan latar belakang siswa yang mendaftar.

“Alhamdulillah apa namanya siswa-siswa yang akan sekolah di sini nih umumnya memang dari daerah Depok dan sekitarnya tapi memang ada juga dari Jaksel ada juga dari Bintaro kenapa karena mereka kan ingin mencari sekolah dengan kualitas terbaik,” kata Sutrisno.

Ia menegaskan bahwa fondasi pertama adalah religiusitas.

“Sekolah kita kan mengusung tiga pilar pertama adalah religiusitas bahwa orang yang sekolah di sini itu kita berharap agar mereka punya pengetahuan agama yang baik kemudian dia bisa mengimplementasikan nilai-nilai agama secara baik,” ujarnya.

Pilar kedua adalah nasionalisme.

“Kemudian yang kedua nasionalisme Jadi mereka kenapa dia harus sekolah karena dia harus apa namanya memimpin negeri Ini dia harus punya rasa kebangsaan yang tinggi gitu ya jangan sampai ada kasus orang udah hebat kemudian anaknya di warga negarakan yang lain gitu ya,” katanya.

Selanjutnya, sekolah menekankan standar internasional.

“Nah yang ketiga internasional nih jadi walaupun sekolah di di Beji di sini di kukusan tapi kualitasnya sama dengan mereka yang sekolah di Singapura di Malaysia di Australia di Amerika di Inggris gitu ya mereka-mereka yang menggunakan kurikulum cambrid,” tandasnya.

Sekolah Bakti Mulya 400 Depok menerapkan Cambridge Assessment International Education Framework.

Kurikulum ini mendukung keterampilan abad ke-21 seperti critical thinking, communication, collaboration, dan creativity (4C).

Nilai Islam ditanamkan melalui pembiasaan ibadah harian, pembelajaran Al-Quran, serta kegiatan karakter Islami.

Pendidikan karakter berjalan seiring dengan standar akademik internasional.

Selain akademik, sekolah mendorong project-based learning dan kegiatan sosial. Siswa dilatih menjadi pemimpin muda yang empati dan bertanggung jawab.

Melalui bakti sosial Ramadan 1447 H, Sekolah Bakti Mulya 400 Depok menegaskan komitmennya.

Sekolah tidak hanya fokus pada pendidikan di kelas. Sekolah juga hadir memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.(Tem)