Januari 21, 2026

ITRANSNEWS.COM

iTransNews.com

AFFI Surabaya Jaring Atlet Lewat TAFF Roadshow

Surabaya – Sukses menggelar turnamen Oktober lalu, Asosiasi Flag Football Indonesia (AFFI) Surabaya berkomitmen menunjukkan keseriusan mengharumkan nama Indonesia ke kancah internasional.

Dengan mengikuti Taylormade Academy Flag Football (TAFF) roadshow yang digelar di Lapangan Sepak Bola Mapolda Jatim, Minggu 21 Desember 2025, pagi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan olahraga turunan American football tersebut ke publik.

Menariknya, roadshow ini menghadirkan pemain profesional flag football asal Amerika Serikat, Dana Taylor, jadi daya tarik tersendiri sekaligus memberi pengalaman bagi peserta untuk belajar dari atlet berpengalaman.

Pelatih Tim Nasional Indonesia Flag Football Putri Indonesia, Windra Thio, mengatakan roadshow ini juga difokuskan untuk mencari bibit atlet potensial dari berbagai daerah, termasuk Surabaya.

“Lewat roadshow seperti ini, kami ingin tahu di daerah mana saja ada pemain-pemain yang punya kemampuan bagus. Baik dari SMA dan universitas. Nantinya mereka akan kami undang untuk ikut try out timnas,” ujar Windra.

Timnas Flag Football Indonesia masih tergolong baru, sehingga proses pencarian pemain terus dilakukan. Kriteria usia yang dibidik berkisar 16 hingga 30 tahun agar bisa diproyeksikan masuk skuad tim nasional.

“Untuk usia, kurang lebih mulai 16 tahun sampai 30 tahun. Mereka sudah bisa masuk timnas, baik putra maupun putri,” tegas dia.

Di Kota Surabaya sendiri, flag football sebenarnya sudah berkembang cukup lama, meski belum terlalu dikenal masyarakat luas. Salah satunya yang aktif berada di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

“Di Surabaya sudah ada sejak lama, tapi memang belum terlalu hype. Kalau di Jakarta, komunitas dan timnya lebih banyak,” ungkap Windra.

Flag football dikenal sebagai olahraga yang sangat populer di Amerika Serikat. TAFF pun berupaya membawa olahraga ini semakin dikenal di Indonesia, terlebih setelah flag football resmi masuk cabang olahraga Olimpiade.

Timnas Flag Football Indonesia sendiri pada Oktober lalu tampil dalam turnamen internasional. Indonesia berlaga di China dan menghadapi 16 negara dari kawasan Asia hingga Oseania, dan baik timnas putra dan timnas putri masuk dalam lima besar.

“Kita berangkat dengan timnas putra dan putri, dua-duanya bisa tembus lima besar,” kata Windra.

Untuk persiapan, timnas menjalani latihan rutin dua kali dalam sepekan, ditambah satu sesi khusus pembahasan strategi. Program ini dijalani selama enam bulan hingga tim dinilai siap bertanding.

Salah satu peserta roadshow, Muhammad Prakoso, atlet flag football asal Surabaya, mengaku tertarik dengan olahraga ini karena menuntut strategi yang matang. “Flag football itu seru karena strateginya dalam. Antara tim menyerang dan bertahan benar-benar berbeda,” ujar dia.

Ia menjelaskan, tidak seperti olahraga lain yang pemainnya bisa menyerang dan bertahan secara bersamaan, flag football memiliki pergantian pemain yang jelas. “Kalau tim penyerang selesai main, semua harus keluar dan diganti tim bertahan. Jadi permainannya lebih terstruktur,” jelasnya.

Dibanding American football, lanjut dia, flag football jauh lebih aman karena minim kontak fisik. Meski tergolong baru dikenal di Indonesia sejak 2009, olahraga ini mulai menunjukkan perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir.

“Bukan olahraga baru di dunia, tapi sekarang mulai naik di Indonesia karena sudah masuk Olimpiade,” pungkas dia.(cus)