Januari 21, 2026

ITRANSNEWS.COM

iTransNews.com

Tinggal 3 Hari Lagi, Progres Penurapan Kali Grogol Baru Sekitar 10 %

Depok – Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Swadaya Masyarakat Gabungan Insan Pers (DPC LSM GIPERS) Kota Depok merilis temuan terkait proyek Penurapan Kali Grogol di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Depok.

Proyek dengan nilai anggaran Rp 461.437.165,- itu ditemukan dengan progres yang sangat minim, padahal waktu pengerjaan hanya menyisakan tiga (3) hari kalender.

Pantauan di lokasi proyek, aktivitas pengerjaan masih jauh dari penyelesaian. Beberapa komponen utama proyek bahkan belum sesuai progres, menimbulkan kekhawatiran hasil pengerjaan asal-asalan demi mengejar target waktu.

Ketua DPC LSM GIPERS Depok, Susilo mengkritik keras terkait kinerja kontraktor pelaksana dan lemahnya pengawasan dari dinas terkait. “Kami sangat menyayangkan buruknya manajemen proyek ini. Uang rakyat sebesar hampir 500 juta dipertaruhkan di proyek ini,” ujarnya, Jumat (19/12/2025).

Dari sisa waktu tinggal 3 hari, dikatakannya, sangat mustahil kalau proyek ini selesai 100 %. “Kami duga adanya kelalaian dalam pengawasan atau bahkan ketidakprofesionalan dalam penunjukan penyedia jasa,” katanya.

“Kami meminta DPUPR khususnya Bidang Sumber Daya Air (SDA) untuk memberikan penjelasan kepada publik. Apakah ada perpanjangan waktu (addendum) atau pemutusan kontrak, bahkan blacklist terhadap kontraktor tersebut? Jangan sampai demi mengejar serapan anggaran di akhir tahun, kualitas bangunan dikorbankan atau terjadi manipulasi laporan progres fisik,” tegasnya sembari menuturkan progres diperkirakan baru mencapai 10 %.

Terpisah, Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) Rizwan Nurahim saat dikonfirmasi terkait proyek tersebut mengatakan, bahwa dirinya sedang rapat. “WhatsApp aja saya lagi rapat,” imbuhnya

Sebagai informasi, DPUPR Kota Depok melalui Bidang Sumber Daya Air melangsungkan Penurapan Kali Grogol RT05/03 dengan pelaksanaan CV Putra Tinggal Pantura. Untuk konsultan supervisi PT Jirolu Saka Tama. Kegiatan tersebut dikerjakan mulai 3 November sampai 22 Desember 2025 dengan anggaran Rp 461.437.165. (Ter)