Januari 21, 2026

ITRANSNEWS.COM

iTransNews.com

9.558 Relawan Dikerahkan BNPB untuk Percepat Penanganan Darurat di Sumatra

SILANGIT – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan mobilisasi relawan untuk memperkuat penanganan darurat di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Hingga Sabtu (6/12), desk relawan BNPB mencatat 9.558 relawan dari 226 lembaga telah terjun langsung ke wilayah terdampak.

Para relawan ini tersebar di sejumlah titik prioritas dan terlibat dalam berbagai operasi penting, mulai dari distribusi logistik, pengelolaan dapur umum, operasi pencarian dan pertolongan (SAR), pembukaan jalur yang terputus, pemulihan psikososial, hingga pelayanan kesehatan.

BNPB menegaskan bahwa setiap personel yang dikerahkan memiliki keterampilan khusus yang dibutuhkan pada fase krisis. Melalui mekanisme koordinasi terpusat, relawan dikelompokkan berdasarkan kapasitas dan kompetensi demi memastikan pekerjaan lapangan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Koordinasi Pentaheliks Diperkuat

Selain melakukan mobilisasi, BNPB bersama unsur pentaheliks terus memperkuat kolaborasi antar-lembaga. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan keterhubungan data, penyesuaian kebutuhan lapangan, serta percepatan dukungan logistik dan sumber daya manusia.

Kolaborasi yang adaptif menjadi krusial mengingat dinamika kondisi darurat di ketiga provinsi tersebut terus berubah akibat banjir dan longsor yang belum sepenuhnya terkendali.

Jumlah Relawan Terus Meningkat

Berdasarkan hasil monitoring dalam 24 jam terakhir, BNPB mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah relawan dan lembaga kemanusiaan yang terlibat.

Pada 5 Desember 2025, tercatat 9.277 relawan dari 205 organisasi telah berada di lapangan. Angka tersebut meningkat pada 6 Desember menjadi 9.558 relawan dari 226 organisasi, naik 10,24 persen dari sisi lembaga dan 3,03 persen dari jumlah personel.

Peningkatan ini dinilai sebagai sinyal positif bahwa dukungan masyarakat sipil dan institusi kemanusiaan semakin terstruktur dan meluas.

Respons Semakin Terarah

Secara keseluruhan, tren kenaikan relawan menunjukkan bahwa respons kemanusiaan terus bergerak menuju pola yang lebih terarah. Mobilisasi yang semakin adaptif membantu menjawab kebutuhan penyintas yang terus bertambah seiring memburuknya dampak bencana.

BNPB berharap, dengan penguatan koordinasi dan bertambahnya tenaga relawan, proses tanggap darurat dapat berjalan lebih efektif serta mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.(Don